Insiden mencekam ini bermula dari pertengkaran hebat antara sang ibu dengan seorang kakek di dekat rumah mereka. Dalam perselisihan tersebut, sebuah pagar rumah mendadak roboh dan mengenai kepala sang ibu hingga terluka. Melihat ibunya bersimbah darah, sang anak langsung tersulut emosi, mengambil balok kayu, lalu menghantamkannya ke kepala pria lansia tersebut hingga terluka parah.
Seusai melakukan penganiayaan, ibu dan anak itu langsung mengunci diri di dalam rumah. Bukannya mereda, mereka justru membakar tumpukan plastik dan kertas di dalam ruangan hingga kepulan asap tebal membumbung tinggi dan memicu ketakutan warga akan terjadinya kebakaran hebat di permukiman padat tersebut. Upaya warga untuk mendekat dan memadamkan api sempat terhalang karena sang anak berdiri di depan rumah dengan agresif sembari menggenggam linggis dan palu.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Tagana, hingga petugas Puskesmas langsung diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung sangat dramatis lantaran petugas harus melewati gang sempit dan menghadapi perlawanan sengit dari kedua pelaku yang terus berteriak histeris. setelah petugas Damkar berhasil melokalisasi titik api, petugas keamanan perlahan merangsek maju dan akhirnya sukses melumpuhkan keduanya.
Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Graha Indah, Dewi Murni, menjelaskan bahwa kedua orang tersebut sebenarnya merupakan pasien rawat jalan yang selama ini berada di bawah pengawasan rutin. Namun, saat penyakitnya kambuh, keduanya memang kerap menunjukkan tindakan berbahaya yang kerap mencemaskan warga sekitar.
"Keduanya memang ODGJ yang sering kami dampingi. Kami rutin datang membawa obat dan melakukan pemantauan kondisi kesehatan mereka," ujar Dewi Murni.
Pasca-kejadian, sang kakek yang menjadi korban pemukulan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis pada luka di kepalanya. Sementara itu, ibu dan anak yang mengamuk tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan mendalam sebelum nantinya diserahkan ke pihak Dinas Sosial Kota Balikpapan guna penanganan lebih lanjut.(*)
Editor : Indra Zakaria