Kebaya dan Semangat Merdeka, PKK Balikpapan Dorong Perempuan Terus Bergerak

Wawan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:55 WIB
 Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga perkuat kebersamaan.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga perkuat kebersamaan.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menegaskan kembali peran perempuan dalam pembangunan.

Suasana berbeda terlihat dalam kegiatan PKK Berkebaya yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Kamis (20/8/2026). Para kader tidak hanya mengenakan busana tradisional, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan yang dikemas dengan nuansa perjuangan, budaya, dan nasionalisme.

Ketua TP PKK Kota Balikpapan Hj. Nurlena mengatakan, keberadaan PKK memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Melalui 10 Program Pokok PKK, para kader menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“PKK sangat bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Kita adalah mitra pemerintah sekaligus ujung tombak yang langsung hadir di tengah masyarakat. Melalui 10 Program Pokok PKK, kita ikut mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang berdampak nyata bagi keluarga Indonesia,” ujar Nurlena.

Menurutnya, berbagai penghargaan maupun prestasi yang berhasil diraih TP PKK selama ini bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan organisasi. Di balik capaian tersebut terdapat proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kerja keras, disiplin, dan kekompakan para kader.

“Prestasi bukanlah sesuatu yang harus dikejar semata. Yang terpenting adalah prosesnya. Di balik sebuah keberhasilan ada kerja keras, disiplin, dan semangat yang luar biasa dari seluruh kader PKK,” katanya.

Nurlena menilai, peran PKK semakin penting dalam menghadapi berbagai tantangan keluarga dan masyarakat. Sebagai gerakan yang tumbuh dari lingkungan keluarga, PKK memiliki ruang besar untuk memperkuat ketahanan keluarga, mendorong peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, serta memberdayakan perempuan.

Tak hanya itu, PKK juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung lahirnya generasi penerus yang sehat, cerdas, berkarakter, sekaligus memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.

Kegiatan PKK Berkebaya kali ini pun dikemas lebih santai dibanding agenda organisasi pada umumnya. Jika biasanya kader berkutat dengan rapat maupun evaluasi program, momentum HUT RI justru dimanfaatkan untuk membangun suasana keakraban melalui berbagai perlombaan.

Sejumlah lomba digelar untuk memeriahkan kegiatan, di antaranya Melodi Perjuangan, Pesona Rimpang Nusantara, Inovasi Produk Perca, PKK Membalut Perjuangan, serta Busana Kebaya Merdeka.

Di tengah suasana penuh kegembiraan tersebut, Nurlena turut mengajak para kader untuk tidak melupakan nilai budaya. Salah satunya melalui kebaya yang dikenakan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kebaya bukan sekadar pakaian tradisional yang dikenakan dalam acara tertentu. Lebih dari itu, kebaya merepresentasikan identitas perempuan Indonesia yang menjunjung kesopanan sekaligus memiliki keteguhan dalam menjalankan peran.

“Kebaya mencerminkan jati diri perempuan Indonesia. Saat mengenakannya, kita belajar tampil anggun, sopan, dan santun. Namun di balik kelembutan itu, perempuan Indonesia tetap teguh, kuat, dan penuh semangat dalam menjalankan perannya,” ungkapnya.

Ia berharap peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat perjuangan para pahlawan, kata Nurlena, harus diterjemahkan melalui kerja nyata dan pengabdian di tengah masyarakat.

Gotong royong dan kepedulian menjadi nilai yang harus terus dijaga para kader PKK dalam menjalankan program. Sebab, keluarga yang kuat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat dan bangsa yang tangguh.

“Memaknai kemerdekaan tidak hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga mengisinya dengan karya dan pengabdian. Dari keluarga yang kuat akan lahir bangsa yang kuat. Karena itu, mari kita terus bergerak bersama dengan semangat, kebersamaan, dan bijak cinta untuk Balikpapan yang semakin maju dan sejahtera,” tutup Nurlena.

Editor : Wawan
PKK Balikpapan pemkot balikpapan