Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sempat Terancam Batal, Event Tahunan di Kabupaten Berau Ini Diperkirakan Tetap Terselenggara  

Faroq Zamzami • Senin, 24 Maret 2025 | 10:52 WIB
Gamalis
Gamalis

 

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan pemerintah daerah akan berupaya maksimal agar event tahunan, Manutung Jukut, tetap terselenggara dengan kemeriahan yang tidak berkurang.

Sebagai salah satu event unggulan dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Berau, Manutung Jukut diperkirakan terdampak oleh kebijakan efisiensi anggaran tahun ini.

Tradisi membakar ikan bersama yang telah menjadi ciri khas perayaan tersebut dikhawatirkan tidak akan semegah tahun-tahun sebelumnya.

“Festival ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga kebanggaan masyarakat Berau. Dengan keterlibatan semua pihak, saya yakin kita bisa membuatnya semakin meriah,” ujarnya.

Sebagai salah satu ikon peringatan hari jadi Berau, Manutung Jukut, memiliki nilai lebih dari sekadar acara tahunan. Selain menjadi simbol kebersamaan, festival ini juga menjadi daya tarik wisata yang memperkenalkan kuliner serta budaya khas Berau.

Dengan strategi berbasis kolaborasi yang diterapkan Pemkab Berau, Gamalis optimistis festival ini tetap bisa terselenggara dengan sukses dan meriah.

“Tradisi ini harus terus kita jaga dan kembangkan. Jika semua pihak ikut berperan, Manutung Jukut bisa menjadi acara yang tidak hanya membanggakan masyarakat Berau, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari luar daerah,” tuturnya.

 Baca Juga: Dana Bantuan Parpol di PPU Tahun Ini Segera Disalurkan, Langsung Sekali Cair

Sebelumnya, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti kemungkinan pembatalan kegiatan Manutung Jukut. Menurutnya, acara ini memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat dan sangat disayangkan jika harus ditiadakan.

“Itu adalah pesta rakyat yang sangat dinantikan setiap tahunnya. Sayang sekali jika acara ini tidak bisa dilaksanakan karena masalah anggaran. Harus ada formula atau solusi yang tepat agar kegiatan ini tetap bisa terlaksana dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Dedy juga mendorong agar pemerintah daerah lebih aktif mencari kontribusi dari pihak ketiga atau perusahaan swasta untuk membantu pendanaan acara.

Menurutnya, keterlibatan pihak ketiga bisa menjadi solusi agar Manutung Jukut tetap dapat berlangsung meskipun dengan keterbatasan anggaran dari pemerintah.

“Banyak perusahaan yang beroperasi di Berau dan memiliki program tanggung jawab sosial (CSR). Jika bisa dikolaborasikan, bukan tidak mungkin Manutung Jukut tetap bisa terlaksana," ujarnya. (*/aja/far)

Editor : Faroq Zamzami
#gamalis #berau #Manutung Jukut