Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Produksi Pertambangan Menurun, Pemkab Antisipasi Dampak Ketenagakerjaan

Redaksi • Senin, 18 Mei 2026 | 13:20 WIB
Muhammad Said. KPG
Muhammad Said. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengantisipasi dampak penurunan produksi di sektor pertambangan yang disebut berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. 

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius lantaran sektor pertambangan masih menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Bumi Batiwakkal.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengungkapkan, situasi tersebut dikhawatirkan berdampak langsung terhadap keberlangsungan tenaga kerja di perusahaan tambang.

Baca Juga: Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pemkab Berau Minta Pansel dari Pemprov Kaltim

“Memang tahun ini ada pemangkasan atau penurunan produksi yang cukup besar di sektor pertambangan dan itu berpotensi berdampak terhadap PHK massal,” ujarnya.

Meski begitu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Berau disebut mengalami penurunan. Berdasarkan data terakhir, TPT Berau turun sebesar 0,75 persen poin dibandingkan Agustus 2024 yang berada di angka 5,15 persen.

Kendati angka pengangguran mengalami perbaikan, Pemkab Berau tetap meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) agar aktif melakukan komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang berencana melakukan pengurangan tenaga kerja.

Menurut Said, langkah tersebut penting dilakukan agar dampak sosial akibat PHK tidak semakin meluas di tengah masyarakat. Sebab, kehilangan pekerjaan tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga kondisi ekonomi keluarga mereka.

“Jadi kami selalu menyampaikan kepada Disnakertrans supaya dikomunikasikan dengan perusahaan-perusahaan yang akan melakukan PHK, sehingga tidak berdampak signifikan,” katanya.

Ia menjelaskan, PHK merupakan persoalan sensitif karena menyangkut kehidupan para pekerja. Karena itu, pemerintah daerah berharap perusahaan menjadikan PHK sebagai opsi terakhir setelah berbagai upaya penyelamatan tenaga kerja dilakukan.

“Namanya PHK pasti akan banyak terhadap tenaga kerja. Dampak sosialnya tentu ada. Mudah-mudahan kalau memang PHK menjadi pilihan terakhir, perusahaan juga kooperatif memberikan hak-hak pekerja,” tegasnya.

Said juga memastikan Pemkab Berau akan terus memantau perkembangan kondisi ketenagakerjaan, khususnya di sektor pertambangan. Termasuk memastikan hak-hak pekerja yang terkena PHK tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Terus Bangun Sektor Pariwisata, Bupati Berau Sri Juniarsih Aktif Koordinasi dengan Pemprov Kaltim

Terkait laporan perusahaan yang telah melakukan pengurangan tenaga kerja, dirinya mengaku masih akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Disnakertrans Berau.

“Sejauh ini nanti kami akan tanya dulu dan konfirmasi ke Disnakertrans,” katannya.

Terpisah, Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, mengajak masyarakat, khususnya yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), untuk mulai melirik peluang kerja di sektor lain di luar pertambangan.

Kondisi di sektor tambang saat ini memang tidak bisa dihindari. Ia menyebut, terjadinya pengurangan tenaga kerja dipengaruhi berbagai faktor, termasuk berkurangnya konsesi dan produksi yang dimiliki perusahaan.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja di perusahaan. Seiring berkurangnya aktivitas produksi, perusahaan juga menyesuaikan jumlah pekerja yang dibutuhkan.

Meski begitu, Disnakertrans berharap proses pengurangan tenaga kerja tidak dilakukan secara mendadak dan dalam jumlah besar.

Pemerintah daerah mendorong agar perusahaan dapat melakukan penyesuaian secara bertahap, sehingga pekerja memiliki waktu untuk mencari alternatif pekerjaan lain.

“Kami berupaya menyinergikan agar pengurangan tenaga kerja tidak dilakukan secara masif. Minimal dilakukan bertahap, sehingga tenaga kerja lokal tidak langsung terdampak pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar,” jelasnya.

Baca Juga: Percepat Pembangunan Daerah, Bupati Berau Sebut Pembentukan TBUPP Direncanakan sejak Awal Jabatan

Di sisi lain, Anang menegaskan, masyarakat tidak boleh terpaku hanya pada sektor tambang. Ia menilai masih banyak peluang kerja yang dapat dimanfaatkan di sektor lain yang juga berkembang di Kabupaten Berau.

Ia menyebut beberapa sektor yang memiliki potensi, seperti perkebunan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor-sektor tersebut dinilai mampu menjadi alternatif bagi masyarakat untuk tetap produktif dan memiliki penghasilan. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
#muhammad said #berau #pertambangan