Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Soroti Kerusakan IPAL RPH, Wabup Berau Gamalis Upayakan Masuk APBD Perubahan 2026

Redaksi • Jumat, 29 Mei 2026 | 13:07 WIB
JADI PERHATIAN: Kerusakan IPAL dan pompa air di RPH Gunung Tabur jadi perhatian pemerintah untuk ditangani segera. Wabup Berau, Gamalis (kanan). KPG
JADI PERHATIAN: Kerusakan IPAL dan pompa air di RPH Gunung Tabur jadi perhatian pemerintah untuk ditangani segera. Wabup Berau, Gamalis (kanan). KPG

PROKAL.CO, GUNUNG TABUR - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, memberikan perhatian serius terhadap kerusakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Potong Hewan (RPH) Berau di Kecamatan Gunung Tabur.

Kerusakan fasilitas tersebut dinilai perlu segera ditangani agar aktivitas pemotongan hewan tidak terganggu dan kondisi kebersihan tetap terjaga.

Menurut Gamalis, persoalan kerusakan IPAL telah disampaikan pengelola RPH dan menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui APBD Perubahan 2026.

Baca Juga: Bupati Dorong Dekranasda Berau Perkuat Pembinaan UMKM dan Ekraf

“IPAL di RPH ini terjadi kerusakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan IPAL sangat penting karena berfungsi sebagai saluran pembuangan limbah dari aktivitas pemotongan hewan.

Selain IPAL, kerusakan juga terjadi pada pompa air di area RPH yang turut memengaruhi operasional harian. “Pompa juga rusak ketika dilewati hewan berbobot 1 ton,” katanya.

Gamalis mengatakan, aktivitas pemotongan di RPH Berau berjalan setiap hari dengan rata-rata enam ekor sapi dipotong per hari.

Karena itu, kondisi sarana penunjang harus tetap dalam keadaan baik agar pelayanan tidak terganggu.

Ia berharap, usulan perbaikan fasilitas tersebut dapat masuk dalam pembahasan APBD Perubahan 2026, sehingga kerusakan yang ada tidak semakin menghambat aktivitas di RPH.

“Jangan sampai kerusakan jadi kendala,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala RPH Berau Nanang Ardhiansyah, menjelaskan kerusakan IPAL mulai terjadi sejak akhir Ramadan lalu, saat aktivitas pemotongan hewan meningkat.

Menurutnya, bagian IPAL rusak akibat terinjak sapi jenis simental dengan bobot lebih dari satu ton.

Baca Juga: Wabup Berau Gamalis Pastikan Inflasi Kabupaten Ini Masih Terkendali

Ia mengatakan, kondisi tersebut berdampak terhadap kebersihan lingkungan RPH karena aliran limbah tidak berjalan optimal.

Akibatnya, area sekitar menjadi kurang nyaman dan banyak lalat bermunculan. “Kerusakan ini mengganggu kebersihan,” katanya.

Selain itu, pompa air di area depan RPH juga mengalami kerusakan sekitar dua minggu lalu. Padahal, pompa tersebut memiliki fungsi penting untuk mengurangi ketinggian air di sekitar lokasi pemotongan hewan.

Baca Juga: Pemkab Berau Pertahankan Opini WTP Sembilan Kali Berturut-turut

Nanang berharap, perbaikan fasilitas segera dilakukan agar operasional RPH tetap berjalan lancar dan kondisi lingkungan tetap bersih serta nyaman bagi pekerja maupun masyarakat. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
#rumah potong hewan #gamalis #berau #Gunung Tabur