PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai menyusun Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kabupaten Berau Tahun 2025-2029. Penyusunan dokumen tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rapat Kakaban Sekretariat Kabupaten Berau, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Berau Upayakan Solusi Persoalan Galian C
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dan dibuka oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said.
Ia menegaskan, forum diskusi tersebut merupakan agenda strategis untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan kependudukan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan selama lima tahun ke depan.
Persoalan kependudukan menjadi salah satu aspek fundamental dalam pembangunan daerah. Penduduk tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga berperan sebagai subjek sekaligus pelaku utama dalam proses pembangunan itu sendiri.
“Pengelolaan pembangunan kependudukan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek kuantitas, kualitas, mobilitas, persebaran penduduk, serta pembangunan keluarga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dokumen peta jalan pembangunan kependudukan menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi berbagai tantangan maupun peluang yang dimiliki Kabupaten Berau.
Melalui dokumen tersebut, pemerintah daerah dapat menyusun strategi yang tepat dalam menghadapi berbagai dinamika kependudukan yang terus berkembang.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain pertumbuhan penduduk, urbanisasi, kebutuhan pelayanan dasar masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan ketahanan keluarga.
“Berbagai aspek tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius agar pembangunan daerah dapat berjalan selaras dengan perkembangan jumlah dan karakteristik penduduk,” ucapnya.
Diungkapkannya, Kabupaten Berau saat ini terus mengalami perkembangan yang cukup pesat di berbagai sektor. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, hingga pembangunan infrastruktur yang semakin berkembang dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Berau Komitmen Hadirkan Program Ramah Lansia
Kondisi tersebut, turut memberikan dampak terhadap dinamika kependudukan yang semakin kompleks. Karena itu, diperlukan perencanaan yang matang agar bonus demografi yang dimiliki Kabupaten Berau dapat menjadi kekuatan pembangunan dan memberikan manfaat bagi kemajuan daerah.
“Diperlukan perencanaan yang matang agar bonus demografi yang kita miliki dapat menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi tantangan di masa mendatang,” katanya.
Ia juga menekankan, pentingnya kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan daerah.
Pemkab Berau, kata dia, terus berupaya adaptif dan responsif terhadap berbagai isu kependudukan yang berkembang.
Meski begitu, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pelaksanaan pembangunan kependudukan di Kabupaten Berau.
Untuk itu, Ia mengajak seluruh perangkat daerah terkait, khususnya DPPKBP3A, agar terus memperkuat komitmen dalam melaksanakan pembangunan kependudukan secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi kepada tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman yang turut mendukung penyusunan dokumen tersebut,” paparnya.
Melalui FGD ini, pemerintah daerah berharap dapat menghimpun berbagai masukan, data, gagasan, serta perspektif dari seluruh pemangku kepentingan.
Keterlibatan aktif perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai unsur terkait dinilai sangat penting untuk menghasilkan dokumen yang berkualitas, implementatif, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan kependudukan Kabupaten Berau pada masa mendatang.
Nantinya arah pembangunan kependudukan di Kabupaten Berau diharapkan dapat berjalan lebih terencana dan terintegrasi, sekaligus menjadi dasar dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*/adv/far)
Editor : Faroq Zamzami