Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkab Berau Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana bersama Dunia Usaha

Redaksi • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:55 WIB
SOSIALISASI: BPBD Berau menyosialisasikan penguatan kerja sama penanggulangan bencana dengan dunia usaha di Berau, Selasa, 14 Juli 2026. KPG
SOSIALISASI: BPBD Berau menyosialisasikan penguatan kerja sama penanggulangan bencana dengan dunia usaha di Berau, Selasa, 14 Juli 2026. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat kolaborasi dalam upaya penanggulangan bencana. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan pembukaan sosialisasi dan penguatan kerja sama penanggulangan bencana antara pemerintah daerah dan dunia usaha di Kabupaten Berau yang digelar pada Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau ini mengusung tema Meningkatkan Kapasitas, Sinergi, dan Resiliensi Wilayah melalui Kemitraan Berkelanjutan.

Asisten I, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Hendratno, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di Kabupaten Berau.

Baca Juga: DPMPTSP Berau Imbau Pelaku Usaha Segera Sampaikan LKPM Periode Juli 2026

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi mengenai pola kerja sama, mekanisme koordinasi, hingga pemanfaatan sumber daya saat kondisi darurat.

Dikatakan, kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola penanggulangan bencana yang kolaboratif, terencana, dan berkelanjutan.

Pun kepada seluruh perwakilan dunia usaha diakuinya sudah ada bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan pembangunan daerah yang tangguh menghadapi bencana.

Disampaikan, Kabupaten Berau merupakan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan menjadi salah satu potensi utama pembangunan daerah.

“Namun, di balik berbagai potensi tersebut, Berau juga memiliki tingkat kerentanan terhadap berbagai jenis bencana,” ungkapnya. 

Disebutnya, bencana tersebut mulai dari bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran hutan dan lahan, serta berbagai kondisi darurat lain yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun pembangunan.

Penanggulangan bencana tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah, jabatan, maupun sektor, sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Pemerintah menghadirkan regulasi dan koordinasi. Dunia usaha menghadirkan sumber daya, inovasi, dan kapasitas,” katanya.

“Sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam membangun budaya sadar bencana. Ketika ketiga unsur ini berjalan beriringan, maka ketangguhan daerah akan semakin kuat," lanjutnya.

Lebih lanjut, Hendratno berharap kegiatan sosialisasi tersebut mampu membangun pemahaman yang sama mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk mekanisme koordinasi dan pola kerja sama yang jelas antara pemerintah daerah dengan dunia usaha.

“Jadi ketika terjadi bencana atau keadaan darurat, seluruh pihak telah memahami peran dan tanggung jawabnya,” ujarnya.

Baca Juga: Disperkim Berau Mulai Proses Buku Rekening Penerima RTLH, Penyaluran Bantuan Ditarget September

Ia mencontohkan, pentingnya kejelasan prosedur dalam mobilisasi alat berat, distribusi bantuan logistik, pemanfaatan sumber daya manusia, hingga dukungan lainnya agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. 

Kesepahaman yang dibangun sejak dini menjadi kunci dalam mempercepat respons ketika kondisi darurat benar-benar terjadi.

Pemkab Berau berkomitmen untuk terus memperkuat sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis kolaborasi. Komitmen tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, ia mengajak seluruh unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.

Sehingga, diharapkan kapasitas penanggulangan bencana di Kabupaten Berau semakin meningkat sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat serta mendukung keberlangsungan pembangunan daerah.

Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi menyampaikan, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang efektif dan berkelanjutan.

Dunia usaha diharapkan dapat berpartisipasi aktif melalui penyusunan rencana kontinjensi di lingkungan perusahaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, serta keterlibatan dalam berbagai program pengurangan risiko bencana yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Baca Juga: Wabup Berau Gamalis Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

BPBD Berau menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan Kabupaten Berau semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana serta mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” katanya. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kemitraan dalam mewujudkan Kabupaten Berau yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.

"Bencana adalah urusan bersama, kolaborasi memperkuat ketangguhan daerah,” katanya. (aja/far)

Editor : Faroq Zamzami
berau bpbd