Jaga Warisan Leluhur, Pemkab Berau Kembangkan Olahraga Tradisional

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:47 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, membuka lomba olahraga tradisional di Lapangan Batiwakkal, Minggu, 20 September 2026. KPG
LESTARIKAN BUDAYA: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, membuka lomba olahraga tradisional di Lapangan Batiwakkal, Minggu, 20 September 2026. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional di Kabupaten Berau terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Sejumlah olahraga tradisional diperlombakan di Lapangan Batiwakkal, Minggu (20/9/2026), menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-216 Kota Tanjung Redeb.

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Berau, Sri JuniarsihMas. Pembukaan ditandai dengan pelepasan anak panah oleh Bupati Berau sebagai simbol dimulainya perlombaan olahraga tradisional.

Baca Juga: Antusiasme Tinggi, 2.200 Peserta Ramaikan Bupati Berau Independence Run 2026 

Dikatakannya, kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk kembali memperkenalkan permainan rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.

Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya pilihan olahraga modern, keberadaan olahraga tradisional dinilai perlu terus diperkenalkan agar tidak semakin ditinggalkan.

Pemkab Berau memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga tradisional di Bumi Batiwakkal.

Apalagi, saat ini sejumlah permainan tradisional mulai jarang dimainkan oleh masyarakat, sehingga diperlukan kegiatan yang dapat menarik kembali minat generasi muda.

“Selaku pemerintah daerah kami akan memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Belogo hingga Ketapel, Ratusan Peserta Ikut Ramaikan dan Lestarikan Olahraga Tradisional di Erau

Bahkan, Pemkab Berau berencana mendorong pelaksanaan Pekan Olahraga Tradisional Berau pada tahun mendatang.

Atlet yang mampu menunjukkan prestasi dalam ajang tersebut juga diharapkan mendapat perhatian dan penghargaan dari pemerintah daerah.

Dukungan akan dilanjutkan juga dengan pembinaan atlet serta pemenuhan fasilitas yang menunjang pengembangan olahraga tradisional.

Untuk itu, Sri Juniarsih meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau terus memberikan pembinaan sehingga olahraga tradisional dapat berkembang secara lebih terarah.

Selain itu, permainan tradisional juga memiliki potensi sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Pengembangannya diharapkan dapat menambah khazanah budaya Bumi Batiwakkal sekaligus memperkuat pengenalan budaya lokal kepada generasi muda.

Peran generasi Z juga menjadi perhatian. Dirinya berharap anak-anak muda tidak hanya mengenal olahraga modern, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan leluhur.

Baca Juga: Rendi Solihin Dorong Erau Terus Masuk KEN, Bukan Sekadar Festival tapi Warisan Budaya Kutai

Pemkab Berau ingin olahraga tradisional tidak berhenti sebagai perlombaan dalam rangkaian peringatan hari jadi. Namun juga diharapkan dapat kembali hadir dalam kehidupan masyarakat, dikenal oleh generasi muda, serta terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan budaya daerah.

“Ini adalah warisan leluhur yang sangat berharga dan harus kita jaga serta lestarikan,” katanya. (adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
olahraga tradisional berau Sri Juniarsih Mas