PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Produksi perikanan Kabupaten Berau disebut mencapai 35 ton per tahun.
Capaian tersebut berasal dari sejumlah kegiatan perikanan, mulai dari hasil tangkapan nelayan hingga produksi budidaya dan pengolahan ikan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan capaian itu tidak terlepas dari aktivitas perikanan yang berlangsung di berbagai wilayah Berau.
Baca Juga: Jaga Warisan Budaya, Baturunan Perau Kembali Digelar
Produksi dari sektor tangkap dan budidaya menjadi bagian dari pasokan perikanan yang dihasilkan masyarakat.
“Di sektor perikanan, produktivitas tahunan kita sudah mencapai 35 ton. Capaian ini terdiri dari kontribusi produksi perikanan tangkap oleh para nelayan kita, hasil perikanan budidaya, hingga sektor pengolahan yang terus berkembang,” kata Sri Juniarsih.
Menurutnya, besarnya produksi perikanan perlu diikuti dengan penyerapan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah menggelar pasar ikan murah di sejumlah kecamatan.
Pasar ikan murah tersebut telah dilaksanakan sebanyak delapan kali sejak Mei hingga September.
Kegiatan itu berlangsung di empat lokasi, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Tanjung Batu.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi, 2.200 Peserta Ramaikan Bupati Berau Independence Run 2026
Dalam pelaksanaannya, disebutkan sebanyak 41 ton ikan telah didistribusikan melalui kegiatan pasar ikan murah selama periode tersebut.
Pemerintah daerah berencana memperluas pelaksanaan kegiatan serupa ke kecamatan lain di Kabupaten Berau.
Pun pemanfaatan hasil produksi perikanan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana hasil usaha nelayan dan pembudidaya dapat terserap di pasar.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan produksi perikanan daerah ditopang oleh potensi perikanan tangkap dan budidaya yang tersebar di sejumlah wilayah.
Ia menyebut hasil tangkapan laut serta produksi dari tambak dan kolam menjadi bagian dari komoditas yang menyumbang produksi perikanan Berau.
“Angka produktivitas 35 ton per tahun ini disokong penuh oleh melimpahnya hasil perikanan tangkap laut kita, serta komoditas unggulan dari perikanan budidaya, baik tambak maupun kolam,” ujarnya.
Pihaknya juga memberikan pendampingan kepada kelompok nelayan dan pembudidaya. Pendampingan tersebut diarahkan untuk menjaga hasil tangkapan maupun produksi budidaya agar tetap berjalan.
“Dinas Perikanan terus berkomitmen menjaga stabilitas angka ini dengan memberikan pendampingan intensif kepada para kelompok nelayan agar hasil tangkapan dan panen mereka tetap stabil bahkan meningkat setiap tahunnya,” katanya.
Baca Juga: Jaga Warisan Leluhur, Pemkab Berau Kembangkan Olahraga Tradisional
Ketersediaan produksi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pasokan ikan bagi masyarakat. Ia juga menyebut hasil produksi lokal dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan pasar ikan murah.
“Kami optimistis target perluasan pasar ikan murah ke seluruh kecamatan yang diinstruksikan oleh Bupati dapat terpenuhi dengan menyerap langsung hasil produksi lokal kita,” ujarnya.
Perluasan pasar ikan murah selanjutnya diarahkan agar tidak hanya terpusat di wilayah yang selama ini menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi dapat menjangkau kecamatan lain di Kabupaten Berau. (adv/far)
Editor : Faroq Zamzami