Bakal Keren Ini, Bupati Berau ke Kemenhub, Usulkan Kapal Wisata Transparan hingga Dermaga Apung

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:17 WIB
USULKAN PROGRAM: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas (kanan), memaparkan kondisi transportasi laut di Berau, saat audiensi di Kementerian Perhubungan. ISTIMEWA/PROKOPIM SETKAB BERAU
USULKAN PROGRAM: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas (kanan), memaparkan kondisi transportasi laut di Berau, saat audiensi di Kementerian Perhubungan. ISTIMEWA/PROKOPIM SETKAB BERAU

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) transportasi laut untuk menunjang konektivitas wilayah kepulauan sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dalam koordinasi tersebut, Pemkab Berau menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur dan fasilitas transportasi laut.

Mulai dari peningkatan pelabuhan dan dermaga, fasilitas pendukung wisata bahari, hingga sarana navigasi pelayaran untuk meningkatkan keselamatan aktivitas di perairan Berau.

Baca Juga: Berau Expo Jadi Ajang Promosi dan Capaian Pembangunan Daerah

Bupati Sri Juniarsih mengatakan, pertemuan dengan Dirjen Hubla menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan daerah, terutama dalam memperkuat akses transportasi laut yang berperan penting bagi masyarakat dan wisatawan.

“Saya diterima oleh Dirjen Hubla. Kami sampaikan kebutuhan tentang kelautan, termasuk peningkatan fasilitas pariwisata, pelabuhan, dan dermaga untuk memudahkan akses melalui laut,” ujarnya.

Menurutnya, usulan tersebut mendapat respons positif dari pihak Ditjen Hubla.

Dia berharap, komunikasi dan koordinasi yang dilakukan dapat berlanjut hingga berbagai kebutuhan yang disampaikan memperoleh dukungan dan direalisasikan.

“Mudah-mudahan upaya ini dapat terealisasi dan dapat dirasakan serta dimanfaatkan bersama,” harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Rusnan Hefni yang turut mendampingi bupati menambahkan, salah satu usulan yang disampaikan adalah bantuan kapal wisata glass bottom boat seperti yang tersedia di Kupang.

Kapal dengan bagian dasar transparan tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung wisata bahari di kawasan Kepulauan Maratua, Derawan, dan Bidukbiduk.

Kehadiran kapal wisata tersebut dinilai dapat memperkuat daya tarik wisata bawah laut Berau sekaligus memberikan alternatif bagi wisatawan untuk menikmati keindahan ekosistem laut.

Selain fasilitas wisata, Pemkab Berau juga mengusulkan bantuan sarana bantuan navigasi pelayaran (SBNP).

Baca Juga: Wabup PPU: Jangan Sampai Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

Fasilitas ini dibutuhkan untuk mendukung keselamatan pelayaran sekaligus meminimalkan risiko kerusakan terumbu karang akibat aktivitas kapal yang memasuki kawasan perairan sensitif.

Hefni menyoroti, keberadaan kapal live on board (LOB) yang beroperasi di perairan Berau. Menurutnya, dukungan sarana navigasi menjadi salah satu langkah yang diperlukan agar aktivitas pelayaran lebih tertib dan tidak menimbulkan kerusakan ekosistem laut.

“Kami juga mengusulkan kebutuhan Automatic Identification System (AIS) di dermaga wisata, sarana navigasi pelayaran, serta fasilitas lainnya,” jelasnya, Kamis (22/10/2026).

Tidak hanya itu, peningkatan fasilitas dermaga wisata di sejumlah kawasan pesisir juga menjadi perhatian. Pemkab Berau mengusulkan pengembangan dermaga di Teluk Sulaiman dan lokasi lainnya, termasuk peningkatan dermaga apung serta fasilitas pendukung agar akses wisatawan dan masyarakat semakin mudah.

Hefni menyebutkan, Ditjen Hubla memberikan respons baik terhadap usulan yang disampaikan pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi laut juga menjadi perhatian utama.

Baca Juga: Pemkab PPU Genjot Layanan Digital dan Bansos lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Menurutnya, pengembangan transportasi sungai dan laut harus diimbangi dengan pemenuhan standar keselamatan serta koordinasi yang berkelanjutan dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb sebagai perpanjangan tangan Kemenhub di daerah.

“Pada prinsipnya, Ditjen Hubla mengingatkan bahwa pengembangan transportasi harus meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan moda transportasi bagi masyarakat, serta didukung komunikasi aktif dengan KUPP Tanjung Redeb,” pungkasnya.

Pemkab Berau berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan sarana transportasi laut. Selain memperlancar mobilitas masyarakat antarpulau, peningkatan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat daya saing pariwisata bahari sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut Berau. (adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
kapal wisata berau Sri Juniarsih Mas