Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kaltim Diharapkan Pacu Ekspor Kayu dan CPO

izak-Indra Zakaria • Rabu, 3 Februari 2021 - 17:51 WIB
Photo
Photo

BALIKPAPAN- Pemerintah daerah diharapkan bisa mendorong ekspor kayu dan crude palm oil (CPO) untuk menolong kinerja ekspor impor Bumi Etam yang menurun sepanjang tahun lalu. Dua komoditas ini diyakini masih memiliki ruang untuk terus bergerak tumbuh.

“Kinerja ekspor tahun lalu turun 19,79 persen dan impor 21,73 persen. Artinya aktivitas usaha memang sedang lesu,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat, Selasa (2/2).

Menurutnya, sektor batu bara yang selalu andalan Kaltim sedang menunjukkan performa tidak bagus. Kinerja mereka turun akibat Covid-19. Mayoritas masih ekspor dan negara tujuan tahun lalu sempat mengalami lockdown.

“Terutama Tiongkok, pada awal pandemi mereka menerapkan lockdown. Aktivitas ekspor impor pun terganggu. Tahun ini, Covid-19 masih membayangi. Bisa saja terjadi lockdown lagi. Saya sendiri merasakan aktivitas dunia usaha sedang terpukul,” sambungnya.

Namun, jika dilihat di data Badan Pusat Statistik (BPS), CPO dan kayu masih tumbuh. Ia berharap pemerintah bisa membuka dan mengoptimalkan ekspor dari dua komoditas itu. Kalau mengandalkan migas dan tambang, tahun ini masih kelam. Tetapi, vaksin Covid-19 yang mulai didistribusikan di Indonesia membawa angin segar bagi pemulihan perekonomian dan iklim dunia usaha.

“Tentunya, itu (vaksinasi) membawa harapan bagi kami, para pelaku usaha. Sekarang momentum terbaik untuk memacu produk dari sektor perikanan, tidak hanya untuk optimalisasi pasar domestik, tetapi juga pasar internasional yang lebih luas,” kata Yaser.

Menurutnya, perubahan tren saat ini semakin menguntungkan dengan peningkatan penggunaan teknologi yang semakin mendekatkan rantai suplai produk kayu atau CPO kepada pasar. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan dari sektor kayu dan CPO serta peningkatan permintaan akan produk siap olah seperti produk olahan kayu dan CPO.

“Semakin banyaknya permintaan maka semakin banyak juga tantangan yang akan dihadapi dan harus menjadi perhatian bersama. Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah negara-negara tujuan ekspor yang mengetatkan persyaratan keamanan yang akan masuk, beberapa di antaranya penerapan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran,” tuturnya.

Dikatakan, Kaltim juga saat ini perlu fokus terhadap upaya-upaya peningkatan produksi dan hilirisasi. Semakin banyak varian produk semakin lebar pasar. Untuk fokus itu dibutuhkan inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang baik dalam pengelolaan hasil produksi. Sekarang ini diperlukan persiapan yang matang dalam usaha meningkatkan produk kayu dan CPO, seperti pada penyusunan kebijakan-kebijakan yang dapat mengakomodasi pihak swasta dan prorakyat.

“Perlu aksi nyata yang bergerak dinamis dalam mengikuti tren pasar baik domestik dan luar negeri, serta meningkatkan kerja sama hubungan baik antara pemerintah dan swasta yang didukung oleh masyarakat,” tutupnya. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim