Pertanian dan perkebunan di Kaltim dinilai punya potensi tinggi. Menyumbangkan devisa negara. Juga dinilai bisa meningkatkan perekonomian.
BALIKPAPAN-Pemprov Kaltim berharap hilirisasi produk pertanian dalam bentuk ekspor non-minyak dan gas (migas) bisa meningkat. Itu seiring permintaan yang cukup tinggi dari negara tujuan .
Gubernur Kaltim Isran Noor menyampaikan Kaltim mempunyai empat pintu gerbang atau pelabuhan ekspor. Selain itu, provinsi ini diminta Presiden Joko Widodo masuk program Merdeka Ekspor.
Upaya itu merupakan langkah konkret untuk peningkatan dan percepatan ekspor non-migas pada masa pandemi Covid-19. “Maka penting bagi semua pemangku kepentingan seperti PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) menyukseskan program ini demi membantu pemulihan ekonomi dan produksi nasional,” ujarnya saat melepas ekspor sejumlah komoditas pertanian dari kantor PT KRN, Balikpapan, Sabtu (14/8).
Menurut data Balai Karantina Balikpapan dan Stasiun Karantina Samarinda, nilai ekspor hasil pertanian Kaltim mencapai Rp 9,14 triliun atau senilai USD 653,03 juta pada periode Januari – Juli 2021. Hal tersebut menunjukkan peningkatan nilai ekspor sebesar 266 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yaitu mencapai Rp 2,5 triliun atau senilai USD 178,40 juta.
Sementara itu, Head of Social Security and License PT KRN M Jaya Budiarsa mengaku, sangat mendukung program ekspor pertanian. Terutama produk yang berhubungan dengan minyak kelapa sawit berkelanjutan.
“Semoga partisipasi PT KRN pada kegiatan ekspor ini bisa mendukung program pemerintah, yakni ekspor pertanian. Sekaligus membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kami percaya, kita semua bisa melalui kondisi pandemi ini jika saling mendukung,” katanya.
Dalam program Merdeka Ekspor, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Balikpapan melakukan pelepasan ekspor komoditas minyak sawit, palm kernel oil, RBD (refined, bleached, deodorized) palm olein, RBD palm stearin (total 47.900 ton), kayu lapis, kayu veneer, kayu olahan sengon, kayu albasia (total 3.480,55 meter persegi) dan kayu chips akasia (total 45.000 ton) dengan nilai ekonomi sebesar Rp 746,8 miliar dengan tujuan Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.
Pelepasan ekspor dilakukan pada acara Merdeka Ekspor yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian untuk menyambut HUT ke-76 RI.
Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Ridwan Alaydrus mengatakan, Merdeka Ekspor merupakan program yang digagas Kementerian Pertanian untuk pelepasan ekspor di 17 tempat pengeluaran di seluruh Indonesia secara serentak dipimpin Presiden Joko Widodo. Dari 17 pintu keluar itu terdiri dari pelabuhan laut maupun bandara di 17 provinsi.
Kementerian Pertanian mencatat, saat ini baru terdapat 293 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota di Indonesia sebagai sentra komoditas pertanian unggulan untuk kelas ekspor. Baik itu produk sawit, karet, kopi, dan beberapa komoditas lain yang diminati pasar global.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud berharap sektor pertanian di Kaltim bisa memenuhi keperluan pangan dalam negeri. Selain itu, mampu memenuhi pasokan pasar global yang akan meningkatkan pertumbuhan investasi dan ekonomi nasional pada 2021 dan masa yang akan datang. (aji/ctr/rom/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria