Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Transaksi e-Commerce di Kaltim Meningkat

izak-Indra Zakaria • Minggu, 29 Agustus 2021 - 06:28 WIB
ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA–Masyarakat di Kaltim mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi di e-commerce sepanjang kuartal II 2021. Peningkatan ini disebabkan terbatasnya mobilitas masyarakat di Kaltim seiring pembatasan yang dilakukan pemerintah. Belanja online menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, di tengah terbatasnya aktivitas masyarakat membuat belanja online mengalami peningkatan. Hal itu menunjukkan masih ada konsumsi yang bisa tumbuh, meskipun tidak besar. Kecenderungan masyarakat yang aktivitasnya dibatasi akibat berlanjutnya pandemi Covid-19, membuat volume transaksi e-commerce di Kaltim tercatat sebanyak 4,8 juta transaksi, meningkat dibanding kuartal sebelumnya sebanyak 3,9 juta transaksi.

“Nominal transaksi e-commerce di Kaltim tercatat sebesar Rp 1,12 triliun sepanjang kuartal II tahun ini,” tuturnya Jumat (27/8).

Dia menjelaskan, berdasarkan pangsa jenis produk yang dibeli, transaksi e-commerce oleh masyarakat Kaltim didominasi oleh transaksi produk-produk fashion sebesar 29 persen dari total nominal transaksi. Adapun, transaksi e-commerce Kaltim juga dihasilkan dari transaksi produk elektronik, kebutuhan rumah tangga dan kantor, serta hobi, dengan pangsa masing-masing sebesar 25 persen, 19 persen, dan 18 persen.

“Terbatasnya mobilitas masyarakat membuat belanja online menjadi kebutuhan. Sehingga secara nominal maupun secara volume mengalami peningkatan,” pungkasnya.

Peningkatan belanja online juga tercatat pada pengguna provider di Kaltim. Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, traffic penggunaan layanan XL Axiata tercatat meningkat. Pola penggunaan berbagai jenis layanan data oleh pelanggan XL Axiata, bisa menggambarkan semakin maksimalnya masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan sarana digital, untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Traffic layanan didominasi oleh streaming yang mencapai 85 persen, disusul oleh social network sebesar 8 persen. Pada layanan streaming ini, sejumlah aplikasi mengalami kenaikan traffic pemakaian yang signifikan, seperti layanan berbasis game mengalami kenaikan traffic rata-rata hingga 142 persen, Netflix naik 50 persen, YouTube naik 13 persen dan Spotify naik 9 persen. Untuk layanan Instant Messenger, traffic pemakaian layanan WhatsApp meningkat 21 persen. Sementara itu, pada layanan social network, traffic Twitter naik 16 persen.

“Sedangkan untuk layanan belanja online melalui e-commerce meningkat hingga 65 persen, sedangkan web browsing naik 15 persen,” jelasnya Jumat (27/8).

Di Kaltim jika lihat per daerahnya, berturut-turut terjadi kenaikan tertinggi di Kabupaten Kutai Kartanegara naik 13 persen, Kota Samarinda 7 persen, dan Kota Balikpapan naik 6 persen. (ctr/tom/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim