Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tingkatkan TKDN, APM Nantikan Industri Baterai Lokal

izak-Indra Zakaria • Jumat, 19 Mei 2023 - 23:53 WIB
Photo
Photo

JAKARTA – PT PLN (Persero) mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air. Berdasar hitung-hitungan PLN, penggunaan electrical vehicle (EV) mampu menghemat biaya operasional hingga 75 persen.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, beralih ke motor dan mobil listrik memiliki keuntungan berlipat dari sisi ekonomi. Perbandingannya cukup jauh, dengan asumsi tarif listrik sebesar Rp 1.699 per kilowatt hour (kWh), hanya diperlukan sekitar Rp 2.500 untuk sepeda motor listrik menempuh jarak 50 kilometer (km) dan 10 km untuk mobil listrik. Sedangkan, jika menggunakan BBM harus menghabiskan sekitar Rp 14 ribu untuk menempuh jarak yang sama.

‘’Dengan menggunakan kendaraan listrik, masyarakat lebih hemat biaya 75 persen dibanding menggunakan sepeda motor berbasis BBM,’’ ujar Darmawan di sela Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2023, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, kemarin,

Lebih lanjut, Darmawan meyakinkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia kini telah semakin kuat. Dari sektor hulu, melalui Indonesia Battery Corporation (IBC), Kementerian BUMN telah mendorong terciptanya industri baterai dalam negeri.

Infrastruktur ekosistem kendaraan listrik tanah air juga telah siap dengan ketersediaan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dan layanan pengisian baterai di rumah atau home charging. “Harapannya, terjadi shifting baik di hulu maupun di hilir dari energi berbasis impor yang kotor dan mahal menjadi energi berbasis dalam negeri yang murah, ramah lingkungan dan dapat mereduksi emisi karbon,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Hanggoro Ananta menambahkan, pihaknya akan terus mendorong berbagai produsen untuk meningkatkan nilai TKDN, sehingga bisa ikut memperoleh subsidi dari pemerintah. Apalagi, pemerintah menaikkan target pemberian subsidi motor listrik hingga 600 ribu unit. "Semakin banyak APM (agen pemegang merek) yang mendapat subsidi, tentu akan membuat pilihan model bagi masyarakat semakin berlimpah," tuturnya.

Menurut Hanggoro, TKDN pada motor listrik terdiri dari tiga aspek utama, yaitu komponen, perakitan, dan pengembangan. Khusus komponen, ada beberapa part yang memiliki porsi besar dalam penilaian. Yakni baterai, motor penggerak, sasis, dan control unit.

Aismoli menilai, terbatasnya industri komponen motor listrik di Indonesia membuat usaha peningkatan TKDN bagi para APM nasional cukup menantang. Upaya pemerintah yang sedang mengembangkan industri baterai seperti di Morowali, Sulawesi sangat dinantikan oleh para pelaku industri motor listrik nasional. "Ketika industri baterai di dalam negeri tersedia, harapannya TKDN motor listrik akan terus meningkat," pungkas Hanggori. (dee/agf/dio)

 

 

Perbandingan Penggunaan EV dan BBM

(Asumsi jarak 50 km untuk motor listrik dan 10 km untuk mobil listrik)

 

- EV: Asumsi tarif listrik Rp 1.699 per kWh, hanya perlu Rp 2.500.

- BBM: Rp 14.000

 

Pengurangan emisi:

- 1 liter BBM setara dengan 1,2 kilowatt hour (kWh) listrik.

- Emisi karbon 1 liter BBM setara dengan 2,4 kilogram (kg) CO2e.

- Emisi 1,2 kWh listrik setara 1,02 kg CO2e.

 

Sumber: Kalkulasi PLN 

Editor : izak-Indra Zakaria