Kementerian Agama (Kemenag) berambisi menjadikan Indonesia sebagai produsen produk halal nomor satu di dunia. Optimisme itu diikuti e-commerce yang menjamin produk yang dijual bersertifikat halal.
SEPERTI yang dilakukan platform Blibli. E-commerce yang digawangi PT Global Digital Niaga itu mempertegas prosedur standar operasional dengan pemenuhan gudang bersertifikasi halal untuk dua fasilitas logistik. Yaitu di Kramat Jati (Jakarta Timur) dan Batu Ceper (Tangerang). Sementara standardisasi pergudangan halal telah diimplementasikan di seluruh jaringan pergudangan Blibli.
VP of Supply Chain Management Blibli Sindu Sirat mengatakan, kehadiran gudang bersertifikasi halal diklaim semakin melengkapi operational excellence Blibli dalam memastikan penyimpanan dan pemenuhan pesanan pelanggan yang higienis. Perusahaan itu berusaha untuk tepercaya dan memiliki kualitas terbaik untuk para pelanggan, sesuai kriteria sistem jaminan halal.
Pencapaian tersebut menjadi tindak lanjut atas penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Blibli dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) beberapa waktu lalu. “Sebagai ekosistem perdagangan omnichannel halal pertama dan platform gaya hidup terdepan di Indonesia, Blibli terus memperkuat komitmen pelayanan yang terbaik di semua sektor, termasuk di industri halal yang semakin menjanjikan di Indonesia," kata Sindu Sirat belum lama ini.
Saat ini, Blibli telah memiliki tim khusus yang melakukan pengawasan di pergudangan sesuai Sistem Jaminan Halal (HAS 23000). Dengan adanya tim khusus itu, kata Sindu, Blibli memastikan seluruh proses di fasilitas gudang dan staf sudah memenuhi standar operasional yang mengedepankan sistem jaminan produk halal. Hal itu dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat.
Untuk diketahui, jumlah penduduk beragama Islam di Indonesia mencapai 237,55 juta jiwa. Angka itu sama dengan 13 persen dari jumlah populasi muslim di dunia. Tingginya populasi tersebut menjadikan pertumbuhan dan konsumsi masyarakat terhadap produk halal kian meningkat.
Sementara, pertumbuhan pasar produk halal di Indonesia diperkirakan mencapai USD 281,6 miliar pada 2025. Prediksi itu didukung optimisme Kemenag yang berambisi menjadikan Indonesia sebagai produsen halal nomor satu di dunia. Yaitu, 10 juta produk bersertifikasi halal pada 2024.
Di sisi lain, berdasarkan studi terbaru yang diluncurkan Populix menyatakan, delapan dari sepuluh responden Indonesia mengungkapkan, bahwa logo halal dan informasi produk yang rinci menjadi pertimbangan utama saat membeli sebuah produk. Hal itulah yang melandasi Blibli menghadirkan gudang yang bersertifikasi halal untuk semakin mempertegas operational excellence.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham menambahkan, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, permintaan produk halal di Indonesia terus bertumbuh signifikan. "Kami optimistis Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam industri halal di dunia," terangnya.
Upaya-upaya strategis itu dilakukan dengan memberikan fasilitas Sertifikasi Halal Gratis untuk 1 juta produk UKM. Sedangkan dari data, BPJPH telah menerbitkan 1,8 juta sertifikat halal. "Kami berharap seluruh e-commerce dan pelaku usaha di Indonesia agar maju bersama dalam industri halal. Kita banjiri Indonesia dengan produk halal. Jangan sampai malah kita yang dibanjiri oleh produk halal luar negeri," pungkas Aqil. (ndu/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria