Sejumlah jenis produk, tarian hingga kerajinan tangan yang dihasilkan dari Kalimantan Utara (Kaltara) dijajakkan di Negara Amerika dalam ajang promosi pariwisata pada tahun 2024 ini.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Njau Anau mengaku sangat bersyukur karena antusias masyarakat internasional, khususnya di Amerika itu sangat banyak dalam hal ketertarikan terhadap produk, tarian hingga kerajinan dari Kaltara.
“Dalam promosi pariwisata, di sini Kaltara diwakili Malinau untuk mempromosikan produk unggulan kita di Kaltara dan kami diminta Pak Gubernur untuk mendampingi,” ujar Njau kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (25/3).
Njau mengungkapkan, jika dilihat promosi dari sisi produknya, itu cukup sukses. Bahkan dari sisi tarian, orang-orang Amerika terheran-heran melihat tarian yang ditampilkan dari sejumlah etnis yang ada di provinsi ke-34 Indonesia ini.
“Ada 10 etnis ditampilkan di sana dalam promosi itu dan mereka terheran-heran dan kagum,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Njau, hasil kerajinan tangan yang bawa dari Kaltara juga membuat masyarakat internasional di Amerika tertarik. Tak terkecuali produk unggulan yang dimiliki Kaltara, juga sangat diminati mereka.
“Dan yang sangat unik itu batik Kaltara. Ini banyak dibeli kemarin di Amerika. Sampai-sampai saya karena pakai batik Kaltara, itu dikasih gratis saat mau membeli makanan di sana,” akunya.
Hanya saja, Njau mengaku saat ini masih ada kendala untuk membawa produk unggulan Kaltara untuk go internasional, salah satunya karena syarat untuk go internasional itu sebuah produk harus berlabel halal dan harus memiliki daya tahan satu tahun.
“Jadi ini juga jadi PR kita, bagaimana caranya produk kita harus punya daya tahan sesuai yang ditentukan. Kemudian label halalnya harus ada. Kalau itu sudah, sudah go (internasional) lah kalau saya,” tuturnya.
Berbeda dengan kerajinan tangan, tentu dari yang sudah ada ini Kaltara sudah bisa bersaing di pasar internasional. Pastinya Kaltara ini memiliki potensi yang sangat besar dan tentunya ada banyak pengalaman yang dapat diambil dari kegiatan itu. (iwk/har)
Editor : Indra Zakaria