Dari kuota yang disediakan tahun ini sebanyak 9 jutaan tabung, yang tersalurkan baru 4 juta. Sehingga kelangkaan gas melon sebenarya tidak dibenarkan, hanya saja hal ini terjadi menjelang perayaan hari besar tertentu.
“Kami selalu menyalurkan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah, jika terjadi kenaikan itu karena adanya peningkatan permintaan,” sebutnya. Namun dirinya meminta jika ada agen maupun pangkalan resmi yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 18 ribu per tabung, bisa segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Sebab hal ini sudah termasuk tindak pidana.
“Bisa juga dilaporkan melalui layanan pertamina 135 (hotline). Kalau memang itu pangkalan resmi kami, akan dikenakan sanksi,” katanya. Kata Arya, sebelumnya dia juga telah menambah sebanyak 17.360 tabung dan hari ini akan ditambah lagi 22.400 tabung.
Sehingga total sebanyak 39.760 tabung akan dilakukan secara fakultatif di minggu ini. Bukan tidak mungkin jumlah tersebut akan ditambah lagi seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat.
Arya menyampaikan bahwa saat ini kuota masih dalam kondisi aman. Total sebanyak 20 agen dan 550 pangkalan melayani masyarakat di Samarinda. Arya menegaskan, bahwa berulang kali menginformasikan bahwa elpiji 3 Kg merupakan barang bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat dengan ekonomi kurang mampu atau miskin.
"Bagi masyarakat dengan ekonomi mampu harus menggunakan elpiji non subsidi yaitu Bright Gas. Saat ini pun penerapan penggunaan KTP untuk membeli elpiji 3 Kg sudah dijalankan sehingga kedepannya kami harapkan penyaluran gas bersubsidi bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya. (hun/mrf/nha