Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Fleksibel dan Adaptif, Begini Strategi BRI Menjaga Stabilitas di Tengah Gejolak Ekonomi

Rahman Hakim • 2025-02-18 11:33:30
Photo
Photo

PROKAL.CO, Ketidakpastian global masih menjadi tantangan besar bagi sektor perbankan. Fluktuasi ekonomi, risiko geopolitik, dan dinamika domestik menuntut kesiapan strategi yang matang.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) telah membuktikan daya tahannya dengan strategi adaptif yang memungkinkan pertumbuhan bisnis tetap terjaga.

Fokus pada Stabilitas dan Profitabilitas

Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa bank pelat merah ini tetap optimistis terhadap tren profitabilitas 2025-2026.

Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, BRI mengadopsi strategi "wait and see" untuk merespons perubahan pasar dengan pendekatan yang fleksibel dan terukur.

"Jika tantangannya tidak lebih buruk dari sekarang, kita masih bisa bertahan. Namun, jika memburuk, kita sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi," ujar Sunarso dalam podcast BBRI Pilar Utama Perbankan Nasional: Peluang Besar di 2025” di kanal YouTube Hermanto Tanoko.

Strategi Bertahan dengan Analogi Sepak Bola

Sunarso menggambarkan strategi BRI dengan analogi kompetisi sepak bola. Dalam kondisi normal, bank bisa menang 3-0, dengan likuiditas, kualitas aset, dan profitabilitas yang terjaga.

Baca Juga: Ethnic Gendhis: Batik Kekinian dari UMKM Binaan BRI yang Diminati Anak Muda

Namun, dalam kondisi penuh tantangan, BRI tetap bisa menang 2-1, dengan fokus utama pada likuiditas dan kualitas aset, meskipun profitabilitas sedikit menurun.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa meskipun laba bisa mengalami fluktuasi, stabilitas dan daya tahan bank tetap menjadi prioritas utama.

Rasio CAR Kuat, Fondasi Kokoh untuk Pertumbuhan

Salah satu keunggulan utama BRI dalam menghadapi ketidakpastian adalah tingginya Capital Adequacy Ratio (CAR), yang mencapai lebih dari 26%, jauh di atas threshold Basel III yang hanya 17,5%.

"Dengan CAR 26%, kami memiliki ruang lebih dari 7% untuk ekspansi bisnis tanpa perlu menahan laba. Ini memberi fleksibilitas dalam pertumbuhan jangka panjang," tambah Sunarso.

Baca Juga: BRI Konsisten Dukung UMKM, Cetak Laba Rp60,64 Triliun di 2024: Kinerja yang Menopang Ekonomi Nasional

Manajemen Risiko dan Kualitas Aset Terjaga

BRI juga menempatkan manajemen risiko sebagai prioritas utama.

Dengan pengelolaan portofolio kredit yang berhati-hati, BRI memastikan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas aset.

Langkah ini membuat BRI tetap solid meski menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis.

Editor : Rahman Hakim