Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional

Ekonomi Sedang Tak Baik-Baik Saja, Kunjungan Wisata di Momen Lebaran 2025 di Kaltim Menurun, Tak Seperti Tahun Lalu

Muhammad Ridhuan • 2025-04-07 09:00:00
ISI LIBURAN: Warga bermain banana boat di Pantai Manggar, Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)
ISI LIBURAN: Warga bermain banana boat di Pantai Manggar, Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

Meski libur Lebaran kali ini lebih panjang, namun kunjungan tempat wisata di Kaltim diprediksi menurun. Sejumlah faktor mengemuka. Mulai dampak kebijakan diskon tiket pesawat, efisiensi anggaran hingga lesunya ekonomi dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Termasuk pengaruh dari cuaca yang belakangan kurang bersahabat untuk kegiatan di luar ruangan. Hal tersebut sudah bisa dirasakan jauh hari sebelum momentum libur Idulfitri.

“Memang awalnya kami memperkirakan akan ada kenaikan wisatawan di sejumlah destinasi. Namun hingga hari ini (Jumat 4/4) dari perhitungan kami pada 2-6 April (masa puncak libur Lebaran), kami memperkirakan, mudah-mudahan tidak, tetapi sepertinya ada penurunan,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Restiawan Baihaqi kepada Kaltim Post.

Eki, sapaan akrabnya menyebut, prediksi itu lebih disebabkan sejumlah kebijakan pusat terkait diskon tiket pesawat.

Sehingga banyak masyarakat terutama pekerja yang lebih memilih untuk mudik ke kampung halaman atau berlibur di luar daerah dibandingkan menghabiskan waktu untuk liburan di Kaltim. Karena itu, meski secara arus kunjungan sejumlah lokasi wisata meningkat dibandingkan hari biasa, namun secara keseluruhan diperkirakan akan terjadi penurunan.

“Belum lagi ditambah dengan faktor cuaca ya. Karena kita lihat belakangan cuaca kurang mendukung utamanya pagi. Namun ini masih ada waktu pada Sabtu dan Minggu. Semoga cuacanya baik. Sehingga masyarakat tidak terhalang untuk berwisata dan menambah tingkat kunjungan ke tempat wisata,” sebut Eki.


Secara data, hingga 4 April lalu, Eki menyebut pihaknya belum menerima secara utuh berapa jumlah kunjungan dari pengelola wisata. Adapun biasanya, dalam libur Lebaran ada sekitar 80 destinasi wisata yang akan mengirimkan laporannya ke Dispar Kaltim.

“Sementara baru masuk dari Kubar. Di sana ada 12 wisata dari alam hingga budaya. Namun data yang baru masuk sementara menunjukkan kunjungan tertinggi pada H+1 Idulfitri. Terbanyak di wisata Jantur Mapan ada 300 wisatawan Nusantara,” ucap Eki. Adapun data lain yang diterima berasal dari wisata Lake View Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Di mana dari 31 Maret terjadi lonjakan signifikan kunjungan hingga 4 April lalu.

Dari total 900 pengunjung meningkat ke 3.122 hingga mendekati 5 ribu wisatawan. Itu tercatat dari jumlah tiket yang terjual.

Sementara di Museum Mulawarman di Tenggarong, Kukar, kunjungan meningkat dibanding hari biasa. Dari 100-150 tiket yang terjual, di H+2 dan H+3 Idulfitri, rerata terjual hingga 500 tiket masuk. Termasuk wisata Beras Basah di Bontang. Data terakhir yang diterimanya, sudah ada 1.400-1.500 kunjungan.

“Di Balikpapan ada Pantai Manggar dan Lamaru. Kami catat di Manggar sampai 12 ribuan pengunjung. Namun pada periode yang sama Lebaran tahun lalu, angka itu cukup menurun. Karena tahun lalu bisa mencapai 24 ribuan pengunjung. Sekali lagi semoga angka tahun ini bisa meningkat melihat sisa hari libur yang masih ada,” jelasnya.

Soal dampak efisiensi anggaran, Eki menyebut tidak terlalu berpengaruh. Karena kebijakan tersebut baru diambil pada awal tahun lalu.

Sementara masyarakat biasanya sudah menyiapkan dana sebelumnya untuk keperluan berwisata di libur Lebaran. Meski sebelumnya ada momen Tahun Baru yang jaraknya dekat dengan Idulfitri.

“Jadi uangnya terserap ke sana (tahun baru). Kalaupun ada pengaruh efisiensi lebih kepada pilihan ke mana lokasi wisata yang lebih terjangkau saja atau karena momen misal karena harga tiket pesawat murah, ingin liburan ke luar Kaltim. Tapi untuk selebihnya, momen libur menghabiskan waktu bersama keluarga tetap diutamakan masyarakat,” beber Eki.

Sebelumnya, Dispar Kaltim sendiri menargetkan 6,9 juta kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) pada 2025. Selain itu, tahun ini juga Dispar menargetkan dikunjungi sebanyak 18 ribu wisatawan mancanegara (wisman).

Adapun untuk mencapai target kunjungan tersebut, Eki menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kolaborasi dan menggencarkan MICE (meeting, incentive, convention and exhibition).

Dengan harapan, punya efek domino. Tidak hanya kepada sektor pariwisata, namun juga UMKM dan sektor perhotelan. “Berbagai promosi kegiatan dan wisata pun sudah kami dorong sejak awal tahun. Menggandeng berbagai organisasi dan lintas sektor. Dengan efisiensi ini, kami mendorong juga agar masyarakat Kaltim tetap wisata di Kaltim saja,” ucapnya.

Di sisi lain, dirinya berharap semakin banyak rute penerbangan yang tersedia untuk meningkatkan wisman. Seperti teranyar rute Balikpapan-Brunei Darussalam di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. (rd)

Editor : Indra Zakaria