Kabar baik datang untuk para petani padi di Kabupaten Paser. Melalui program Optimasi Lahan (Oplah) yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2025, produktivitas lahan pertanian akan ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Paser, Erwan Wahyudi, menjelaskan bahwa sebelumnya petani di daerah ini hanya mampu panen satu kali dalam setahun dengan hasil sekitar 3 ton padi per hektare. Namun, dengan program Oplah, target hasil panen meningkat menjadi 4 hingga 5 ton per hektare.
“Kami menargetkan hasil panen mencapai 5 ton per musim tanam. Asalkan tidak terjadi bencana alam seperti banjir besar tahun lalu, kami sangat optimis program ini berhasil,” kata Erwan saat ditemui pada Minggu (20/4).
Lebih lanjut, Erwan menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk bantuan alat mesin pertanian (Alsintan), benih, hingga kapur dolomit. Bantuan tersebut direncanakan akan segera disalurkan ke Kabupaten Paser dalam waktu dekat.
Selain itu, petani kini tidak perlu khawatir hasil panen mereka dibeli dengan harga rendah. Dalam rangka mendukung program Asta Cita, pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk membeli padi langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
“Bulog akan langsung membeli padi hasil panen petani, sehingga mereka tidak perlu khawatir hasilnya tidak laku atau dijual murah di pasaran,” ungkap Erwan.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama antara DTPH Paser dan Bulog ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan keluhan para petani mengenai fluktuasi harga dan permainan pasar.
Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar padi dapat dibeli oleh Bulog. Salah satunya adalah kondisi padi saat panen harus kering, bukan setelah hujan, agar kualitas gabah tetap terjaga. “Dengan begitu, petani juga tidak perlu repot lagi menjemur gabah karena langsung dibeli Bulog dalam kondisi yang sesuai,” jelasnya.
Melalui program ini, DTPH Paser berharap produktivitas dan kesejahteraan petani padi di Kabupaten Paser dapat meningkat secara signifikan.(tom/vie)
Editor : Indra Zakaria