SAMARINDA – Sektor pertanian dalam arti luas di Kalimantan Timur menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi baru di luar ketergantungan pada pertambangan. Hingga triwulan III tahun 2025, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim mencatat realisasi investasi di sektor ini telah mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp8,97 triliun.
Nilai tersebut merupakan akumulasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencakup subsektor tanaman pangan, perkebunan, hingga peternakan. Investasi ini tersebar merata di sembilan kabupaten dan kota di Bumi Etam. Tercatat hanya Kota Bontang yang tidak mencatat investasi di subsektor ini lantaran struktur ekonominya yang lebih bertumpu pada sektor industri manufaktur dan jasa.
Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana, mengungkapkan bahwa geliat investasi domestik atau PMDN menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp7,21 triliun. Dalam capaian tersebut, Kabupaten Kutai Timur masih memimpin sebagai magnet investasi pertanian terbesar dengan kontribusi Rp1,99 triliun, meningkat signifikan dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,26 triliun.
Tren positif juga diikuti oleh daerah lainnya. Kabupaten Kutai Barat mencatatkan investasi sebesar Rp1,57 triliun, disusul Kabupaten Berau yang mengalami lonjakan tajam menjadi Rp1,36 triliun dari yang sebelumnya hanya Rp263,9 miliar pada tahun 2024. Sementara itu, Kabupaten Kutai Kartanegara turut menyumbang realisasi investasi PMDN sebesar Rp826,8 miliar.
Di sisi lain, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada sektor pertanian periode Januari hingga September 2025 tercatat sebesar Rp1,76 triliun. Meski angka ini sementara terlihat lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024, Fahmi menegaskan bahwa data tersebut belum final karena laporan triwulan IV masih dalam proses penghitungan. Kutai Kartanegara sejauh ini masih menjadi primadona bagi investor asing dengan serapan dana sebesar Rp606,07 miliar, diikuti oleh Berau dan Kutai Timur.
Secara makro, total investasi yang masuk ke Kalimantan Timur dari seluruh sektor hingga triwulan III 2025 telah menyentuh angka Rp70,43 triliun. Dengan target investasi tahunan yang dipatok sebesar Rp76,02 triliun, pemerintah provinsi merasa sangat optimistis bahwa target tersebut tidak hanya akan tercapai, tetapi juga berpotensi besar untuk dilampaui. Pertumbuhan di sektor pertanian ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menyongsong kebutuhan logistik yang kian meningkat seiring perkembangan wilayah. (adv/diskominfo/i)
Editor : Indra Zakaria