Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Target Turun Bukan Berarti Lesu, Kaltara Justru Perkuat Fondasi Industri Manufaktur

Redaksi Prokal • Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB

INVESTASI: Pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan hilirisasi industri, manufaktur, serta energi terbarukan. (HRK)
INVESTASI: Pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan hilirisasi industri, manufaktur, serta energi terbarukan. (HRK)

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi di wilayah Regional 5 Indonesia. Meskipun terdapat penyesuaian target investasi pada tahun 2026 akibat dinamika ekonomi regional, daya tarik Kaltara dinilai tetap tangguh.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksikan target investasi Kaltara berada di angka Rp 30,55 triliun, sebuah angka yang menempatkan provinsi ini sebagai salah satu pemilik target tertinggi di wilayahnya dengan kontribusi mencapai 1,5 persen terhadap target nasional.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani, menjelaskan bahwa meskipun target tahun ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, porsi yang dibebankan kepada Kaltara masih tergolong besar dibandingkan daerah lain di regional yang sama. Pemerintah daerah tetap konsisten menempatkan pengembangan hilirisasi industri, manufaktur, serta energi terbarukan sebagai prioritas utama. Selain itu, percepatan realisasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) masih menjadi motor penggerak utama yang terus didorong oleh pemerintah provinsi.

Dalam upaya mencapai target ambisius tersebut, DPMPTSP Kaltara kini memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi, terutama terkait kepatuhan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Rahman mengungkapkan bahwa masih ditemukan adanya perusahaan besar yang belum disiplin dalam pelaporan, yang menjadi salah satu kendala dalam pencatatan realisasi investasi secara maksimal. Ke depan, pengawasan intensif akan terus dilakukan agar seluruh data investasi terdokumentasi dengan akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sejalan dengan arahan Gubernur Kaltara, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan prima bagi para calon investor melalui sistem perizinan berbasis online yang lebih cepat dan transparan. Selain kemudahan birokrasi, penyediaan akses data dan pendampingan eksklusif bagi investor juga menjadi strategi kunci untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Dengan berbagai kemudahan ini, Pemprov Kaltara optimistis dapat memaksimalkan potensi wilayahnya dan membuktikan bahwa Kaltara tetap menjadi destinasi investasi yang diperhitungkan di kancah nasional. (*)

Editor : Indra Zakaria