Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jaga Dapur Tetap Ngebul, Pemprov Kaltim Gencarkan Pangan Murah Pasca-Lebaran

Redaksi Prokal • Kamis, 16 April 2026 - 11:45 WIB
Gerakan pangan murah di Samarinda.
Gerakan pangan murah di Samarinda.

SAMARINDA – Di tengah bayang-bayang fluktuasi harga kebutuhan pokok, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) kembali hadir memberikan napas lega bagi warga. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan mudah dan terjangkau.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin tahunan, khususnya pada momen krusial seperti Hari Besar Keagamaan Nasional saat harga pangan cenderung bergejolak.

“Gerakan pangan murah ini kita lakukan sebagai bentuk kewajiban pemerintah untuk memastikan harga pangan pokok strategis tetap terjangkau dan tidak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi,” ujar Fahmi Himawan saat memberikan keterangan resmi.

Pelaksanaan GPM kali ini bertepatan dengan momentum pasca-Idulfitri dan menjelang Iduladha. Meski pantauan pasar menunjukkan tren harga mulai menurun, pemerintah tetap turun tangan untuk memastikan komoditas strategis tetap stabil. Selain itu, GPM menjadi ajang pertemuan langsung antara UMKM, petani, dan peternak dengan konsumen, sehingga rantai distribusi lebih efisien.

Fahmi menekankan bahwa inti dari ketahanan pangan bukan hanya soal stok di gudang, melainkan keterjangkauan di tangan masyarakat. Menurutnya, pangan harus tersedia dalam jumlah cukup, mudah diakses, dan tidak membebani daya beli.

“Berbicara ketahanan pangan bukan hanya soal tersedia atau tidak, tapi juga bagaimana pangan itu bisa dijangkau dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai strategi penguatan dari hulu ke hilir, DPTPH Kaltim terlibat aktif dalam Satuan Tugas pengendalian harga untuk memantau mutu serta kewajaran harga sejak tingkat produsen. Pemerintah provinsi juga terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan Perum Bulog untuk mengamankan cadangan pangan daerah.

Saat ini, sebagian besar wilayah di Kalimantan Timur telah memiliki cadangan pangan yang memadai. Untuk memperkuat distribusi di masa depan, pemerintah merencanakan pembangunan gudang Bulog baru di sejumlah wilayah strategis seperti Kutai Timur, Bontang, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu.

Langkah konsisten ini diharapkan dapat mencegah terjadinya panic buying dan memberikan ketenangan bagi warga Bumi Etam.

“Kalau ini bisa kita jaga secara konsisten ke depan, maka masyarakat akan tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun harga pangan,” pungkas Fahmi. (sef/pt)

Editor : Indra Zakaria
#pangan murah #kaltim