Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,99 Persen pada Triwulan I-2026, Sektor Akomodasi dan Makan Minum Melonjak

Muhamad Yamin • Selasa, 5 Mei 2026 | 21:31 WIB
infografis
infografis

 

PROKAL.CO, SAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat perekonomian daerah ini pada Triwulan I-2026 tumbuh 2,99 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), meski secara triwulanan mengalami kontraksi akibat pelemahan di sektor dominan.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai, dalam siaran resmi melalui kanal YouTube BPS Kaltim, Selasa (5/5/2026), menyampaikan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp229,08 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp149,02 triliun.

“Secara tahunan, ekonomi Kalimantan Timur menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,99 persen, didorong oleh kinerja sebagian besar lapangan usaha,” ujar Mas’ud.

Dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,94 persen, disusul jasa lainnya 15,78 persen, serta perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, sebesar 14,97 persen. Namun demikian, dua sektor mengalami kontraksi, yakni pertambangan dan penggalian sebesar 1,19 persen serta jasa keuangan dan asuransi sebesar 3,05 persen.

Struktur ekonomi Kalimantan Timur masih didominasi oleh lima lapangan usaha utama. Sektor pertambangan dan penggalian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,45 persen, diikuti industri pengolahan 19,39 persen, konstruksi 11,65 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan 9,49 persen, serta perdagangan besar dan eceran sebesar 8,49 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,53 persen. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas lembaga kemasyarakatan selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional. 

Selain itu, konsumsi pemerintah tumbuh 7,51 persen, konsumsi rumah tangga 5,96 persen, dan pembentukan modal tetap bruto 3,44 persen. Sebaliknya, ekspor dan impor barang serta jasa masing-masing mengalami kontraksi sebesar 3,81 persen dan 8,74 persen.

Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan I-2026 terkontraksi 3,69 persen dibandingkan Triwulan IV-2025. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya kinerja sejumlah sektor utama, terutama pertambangan dan penggalian yang turun 6,72 persen, administrasi pemerintahan 6,36 persen, serta industri pengolahan 5,51 persen.

Meski demikian, beberapa sektor masih mencatat pertumbuhan positif, seperti perdagangan besar dan eceran sebesar 7,59 persen, transportasi dan pergudangan 3,25 persen, serta informasi dan komunikasi 1,85 persen.

Dalam konteks regional, Kalimantan Timur tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Pulau Kalimantan dengan kontribusi mencapai 46,48 persen. Secara keseluruhan, ekonomi Pulau Kalimantan tumbuh 4,08 persen secara tahunan, dengan seluruh provinsi mencatat pertumbuhan positif. 

Provinsi dengan pertumbuhan tertinggi adalah Kalimantan Barat sebesar 6,14 persen, diikuti Kalimantan Selatan 5,67 persen, Kalimantan Utara 5,23 persen, Kalimantan Tengah 3,79 persen, dan Kalimantan Timur 2,99 persen. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim