Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kejar Mandiri Pangan, Pemkot Samarinda Sulap Palaran Jadi Lumbung Daging dan Telur

Redaksi Prokal • Rabu, 3 Juni 2026 | 11:45 WIB
 Pemkot Samarinda mempersiapkan kawasan Palaran sebagai sentra produksi daging dan telur untuk memperkuat ketahanan pangan.
Pemkot Samarinda mempersiapkan kawasan Palaran sebagai sentra produksi daging dan telur untuk memperkuat ketahanan pangan.

PROKAL.CO – Ketergantungan Kota Samarinda terhadap pasokan pangan dari luar pulau tampaknya bakal segera dikikis. Pemerintah Kota Samarinda kini tengah tancap gas mempersiapkan kawasan Palaran sebagai sentra baru produksi daging ayam dan telur. Langkah strategis ini diambil demi memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus bersiap menghadapi lonjakan permintaan seiring beroperasinya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa selain untuk mandiri pangan, proyek ini menjadi benteng utama pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok yang belakangan ini terus merangkak naik.

“Yang paling menjadi perhatian tentu inflasi. Semua harga mengalami kenaikan. Karena itu kami melakukan berbagai upaya, termasuk berkoordinasi dengan distributor dan pedagang agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali,” ujar Marnabas, Selasa (2/6). Selama ini, isi piring warga Kota Tepian sebagian besar masih disokong oleh pasokan dari Pulau Sulawesi dan Jawa. Guna memutus rantai ketergantungan tersebut, pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur skala besar di Palaran dinilai menjadi jawaban yang paling realistis dalam jangka panjang.

Marnabas menambahkan, setiap pekan pihaknya terus memantau pergerakan harga dan pasokan dari daerah asal melalui rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri. Jika daerah pemasok terganggu, maka Samarinda otomatis akan ikut terkena imbasnya. Oleh sebab itu, produksi lokal harus segera digenjot.

Meski gencar melakukan intervensi pasar lewat program berkala seperti Gerakan Pangan Murah dan pasar murah bersama Bank Indonesia, Pemkot Samarinda mengaku tetap berhati-hati. Pemerintah tidak ingin operasi pasar yang terlampau masif justru mematikan ekosistem perdagangan lokal yang sedang ditopang oleh para pelaku UMKM.

“Tapi kita juga tidak boleh terlalu masif. Tugas pemerintah adalah menjaga keseimbangan agar harga tetap stabil dan aktivitas ekonomi tetap berjalan,” jelasnya memberikan catatan.

Ambisi menyulap Palaran menjadi sentra peternakan ini hanyalah satu dari sekian banyak rencana besar Samarinda. Menyadari posisinya yang sangat strategis di samping IKN, pembenahan total juga terus menyasar sektor lain, mulai dari penataan ruang terbuka hijau, revitalisasi pasar tradisional, pengembangan destinasi wisata, hingga peningkatan fasilitas publik di tingkat kelurahan. Pemkot Samarinda ingin memastikan kota ini memiliki daya saing yang tinggi untuk menangkap segala peluang ekonomi yang tercipta dari perpindahan pusat pemerintahan negara ke Kalimantan Timur.

“Kita terus mendorong agar Samarinda ke depan semakin mandiri, termasuk dalam penyediaan pangannya. Karena suka tidak suka, ketika IKN berjalan penuh, Samarinda akan menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak pertumbuhan ekonomi tersebut,” pungkas Marnabas optimis. (*)

Editor : Indra Zakaria
#ayam #palaran