Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kaltim Melejit di Pasar Global: Ekspor Ratusan Ton Udang Windu Tembus Rp173,3 Miliar

Redaksi Prokal • Rabu, 17 Juni 2026 | 07:15 WIB
Ilustrasi udang windu.
Ilustrasi udang windu.

 

SAMARINDA — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkokoh posisinya di panggung perdagangan internasional melalui sektor maritim. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Benua Etam sukses mengapalkan ratusan ton udang windu berkualitas tinggi ke berbagai negara di pasar global.

"Udang windu menjadi komoditas dominan dengan volume ekspor mencapai 769,9 ton selama lima bulan terakhir tahun 2026 senilai Rp173,3 miliar," ungkap Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim, Irma Listiawati, di Samarinda, Selasa.

Namun, keberhasilan sektor kelautan Kaltim tidak hanya bertumpu pada satu produk semata. Irma menambahkan bahwa ada empat komoditas perikanan unggulan lainnya yang turut menjadi pilar penopang nilai ekspor maritim provinsi tersebut, yaitu udang pink, ikan kerapu segar, ikan bawal putih segar, dan udang putih.

Di posisi kedua setelah udang windu, komoditas udang pink berhasil mencatatkan volume pengiriman mencapai 239,2 ton dengan nilai ekonomi menembus Rp31,6 miliar. Performa positif ini disusul oleh ikan kerapu segar yang menyumbang volume pengiriman sebesar 89,3 ton dan berhasil menghasilkan devisa negara hingga Rp7,4 miliar.

Sementara itu, permintaan yang stabil di pasar internasional juga terlihat pada komoditas ikan bawal putih segar dengan catatan volume ekspor sebesar 59,7 ton senilai Rp6,7 miliar. Menutup daftar lima besar, udang putih melengkapi tren pertumbuhan ini lewat pengiriman seberat 27,7 ton dengan total pendapatan senilai Rp4,7 miliar.

Seluruh produk laut berkualitas premium hasil tangkapan dan budidaya dari Kaltim ini didistribusikan secara rutin ke 12 negara tujuan utama di pasar internasional. Beberapa pasar strategis yang secara konsisten menyerap produk perikanan Kaltim antara lain adalah Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, dan Malaysia.

Guna menjaga kualitas dan kesegaran produk hingga ke tangan konsumen di luar negeri, Pemerintah Provinsi Kaltim terus memaksimalkan infrastruktur logistik udara yang efisien.

"Untuk mempercepat jalur distribusi komoditi segar, terdapat fasilitas penerbangan ekspor langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, China," ungkap Irma.

Pengiriman langsung (direct call) ini memanfaatkan armada pesawat Cargo Rimbun yang beroperasi secara rutin dua kali dalam seminggu. Fasilitas kargo udara cepat tersebut dikhususkan untuk produk ekspor unggulan yang membutuhkan penanganan khusus agar tetap segar, seperti belut, kepiting, serta berbagai jenis ikan segar lainnya. Melalui langkah taktis ini, daya saing produk perikanan lokal Kaltim diharapkan dapat terus terdongkrak di mata dunia sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#udang windu