Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,62 Persen Setelah Tertekan pada Awal Tahun

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:14 WIB
ilustrasi ekonomi Kaltim
ilustrasi ekonomi Kaltim

PROKAL.CO, SAMARINDA — Perekonomian Kalimantan Timur menunjukkan perbaikan pada triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat ekonomi daerah itu tumbuh 2,62 persen dibandingkan triwulan sebelumnya atau secara quarter to quarter (q-to-q).

Pertumbuhan tersebut menandai pembalikan kinerja ekonomi Kaltim setelah pada triwulan I 2026 mengalami kontraksi 3,69 persen. Kepala BPS Kalimantan Timur Mas’ud Rifai mengatakan, perbaikan ekonomi pada triwulan II 2026 ditopang oleh kinerja positif sebagian besar lapangan usaha.

Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi secara q-to-q adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang tumbuh 9,78 persen. Berikutnya, pengadaan listrik dan gas tumbuh 6,25 persen, serta industri pengolahan sebesar 4,78 persen.

“Pada periode ini, kinerja ekonomi sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif,” demikian disampaikan dalam rilis BPS Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu. Meski demikian, tidak seluruh sektor mencatat pertumbuhan. Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor terkontraksi 2,34 persen. Sementara transportasi dan pergudangan terkontraksi 2,45 persen.

Dari sisi sumber pertumbuhan, sebanyak 15 lapangan usaha memberikan andil positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim secara q-to-q. Sektor pertambangan dan penggalian menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,40 persen. Berikutnya industri pengolahan sebesar 0,93 persen dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,20 persen.

Sebaliknya, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor memberikan andil negatif 0,17 persen. Transportasi dan pergudangan juga memberikan andil negatif 0,09 persen.

Tumbuh 3,35 Persen secara Tahunan

Jika dibandingkan dengan triwulan II 2025, ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan II 2026 tumbuh 3,35 persen secara year on year (y-on-y). Berbeda dengan pertumbuhan secara q-to-q yang masih menyisakan sejumlah sektor yang terkontraksi, secara tahunan seluruh lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai 13,79 persen. Sektor informasi dan komunikasi menyusul dengan pertumbuhan 12,62 persen, sedangkan pengadaan listrik dan gas tumbuh 11,51 persen. Sektor pertambangan dan penggalian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kaltim juga masih tumbuh, yakni 1,43 persen.

Dari sisi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara tahunan, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,74 persen.

Sektor pertambangan dan penggalian memberikan andil 0,63 persen, sedangkan industri pengolahan menyumbang 0,46 persen.

Struktur Ekonomi Masih Bertumpu pada Tambang

Struktur perekonomian Kaltim pada triwulan II 2026 belum mengalami perubahan berarti. Aktivitas ekonomi daerah masih sangat dipengaruhi sektor pertambangan dan penggalian. Berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha, pertambangan dan penggalian menyumbang 34,49 persen terhadap struktur ekonomi Kaltim.

Industri pengolahan berada di posisi kedua dengan kontribusi 20,10 persen. Selanjutnya konstruksi sebesar 11,28 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 9,31 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 7,87 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun sektor jasa dan industri terus berkembang, perekonomian Kaltim masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap sektor berbasis sumber daya alam.

Semester I Tumbuh 3,17 Persen

Secara kumulatif, perekonomian Kalimantan Timur pada Semester I 2026 tumbuh 3,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja hampir seluruh lapangan usaha. Pengecualian terjadi pada sektor jasa keuangan dan asuransi yang mengalami kontraksi 0,55 persen.

Penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi selama Semester I 2026, yakni 14,86 persen. Disusul informasi dan komunikasi sebesar 13,24 persen serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,21 persen.

Dari sisi sumber pertumbuhan, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor memberikan andil terbesar, yakni 0,86 persen. Industri pengolahan menyumbang 0,53 persen, sementara konstruksi memberikan andil 0,28 persen. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
ekonomi