SAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat penurunan aktivitas transportasi, baik udara maupun laut, pada periode Agustus 2026. Penurunan paling signifikan terjadi pada angkutan laut dalam negeri.
"Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Agustus 2026 tercatat 48.032 orang, atau turun sebesar 30,17 persen dibandingkan dengan Juli 2026," ujar Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai, dalam rilis 1 Oktober 2026. Penurunan ini memengaruhi seluruh pelabuhan di Kaltim.
Pelabuhan Samarinda mencatat penurunan terbesar mencapai 35,85 persen, disusul Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan sebesar 31,06 persen, dan Pelabuhan Semayang-Balikpapan sebesar 28,40 persen. Tak hanya penumpang, volume barang yang diangkut lewat laut juga turun 20,84 persen menjadi 9,80 juta ton.
Di sisi lain, sektor penerbangan domestik juga mengalami tren serupa meskipun relatif tipis. "Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Agustus 2026 sebanyak 190.985 orang, atau turun sebesar 1,67 persen dibandingkan dengan Juli 2026," jelas Mas'ud.
Penurunan penerbangan domestik ini dipicu oleh berkurangnya penumpang di sejumlah bandara utama, seperti Bandara Melalan-Kutai Barat (turun 17,60 persen), Bandara Kalimarau-Berau (turun 9,67 persen), Bandara APT Pranoto-Samarinda (turun 2,07 persen), serta Bandara Sepinggan-Balikpapan (turun 0,29 persen).
Sementara itu, penerbangan internasional yang seluruhnya terpusat di Bandara Sepinggan-Balikpapan mencatat 4,87 ribu penumpang, turun 6,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski begitu, jika ditinjau secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tren angkutan laut Kaltim masih menunjukkan performa positif. Penumpang laut tercatat mencapai 507.013 orang atau naik 17,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dan pengangkutan barang kumulatif naik 16,39 persen menjadi 79,14 juta ton. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co