PROKAL.CO, SAMARINDA — Perekonomian Kalimantan Timur tumbuh 3,39 persen pada triwulan III-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja positif hampir seluruh lapangan usaha, terutama sektor pengadaan listrik dan gas, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta jasa kesehatan.
Namun, sektor pertambangan dan penggalian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah justru mengalami kontraksi sebesar 0,41 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur Mas'ud Rifai mengatakan, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai perekonomian Kaltim atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2026 mencapai Rp257,11 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp154,34 triliun.
"Secara tahunan, ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan III-2026 tumbuh sebesar 3,39 persen dibandingkan triwulan III-2025. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif hampir seluruh lapangan usaha, meskipun pertambangan dan penggalian masih mengalami kontraksi," ujar Mas'ud.
Berdasarkan data BPS Kaltim, pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,15 persen. Disusul penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,69 persen serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 12,13 persen.
Di sisi lain, struktur perekonomian Kaltim belum mengalami perubahan berarti. Lapangan usaha pertambangan dan penggalian masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 35,08 persen terhadap pembentukan PDRB berdasarkan harga berlaku.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran sektor ekstraktif dalam perekonomian daerah. Kontraksi pada sektor pertambangan menjadi salah satu catatan di tengah pertumbuhan positif sejumlah lapangan usaha lainnya. Jika dibandingkan dengan triwulan II-2026, ekonomi Kaltim pada triwulan III-2026 tumbuh sebesar 0,93 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 7,49 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau komponen investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 4,52 persen. Adapun Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh sebesar 5,07 persen.
Secara kumulatif, perekonomian Kaltim selama triwulan I hingga triwulan III-2026 tumbuh 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam lingkup regional, Kalimantan Timur memberikan kontribusi sebesar 46,90 persen terhadap pembentukan nilai tambah regional di Pulau Kalimantan. Besarnya kontribusi tersebut menegaskan posisi Kaltim sebagai salah satu penggerak utama perekonomian regional. Di tengah dominasi sektor pertambangan, pertumbuhan sektor akomodasi, makan minum, kesehatan, serta pengadaan listrik dan gas menjadi perkembangan yang turut mewarnai kinerja ekonomi daerah pada triwulan III-2026. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co