Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Saga Transfer Rp10 Miliar! Borneo FC Dikabarkan Siap Lepas Mariano Peralta, Jadi Rekor Termahal?

Redaksi Prokal • 2026-02-02 07:15:00
Mariano Peralta
Mariano Peralta

 

SAMARINDA – Di tengah euforia kemenangan atas PSIM Yogyakarta, awan mendung justru menggelayuti pendukung setia Borneo FC Samarinda. Kabar mengejutkan berembus dari markas Pesut Etam; bintang utama mereka asal Argentina, Mariano Peralta, santer dikabarkan akan segera dilepas ke klub sesama kompetisi kasta tertinggi dengan skema transfer.

Kabar ini sontak menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola nasional. Pasalnya, Peralta saat ini tengah berada dalam masa keemasan kariernya bersama Borneo FC.

Performa Moncer dan Nilai Pasar yang Melangit

Tidak mengherankan jika Peralta menjadi komoditas panas. Di usia yang baru menginjak 27 tahun, ia tengah menikmati peak performance di musim keduanya. Catatan statistiknya luar biasa mengerikan: 10 gol dan 8 assist sejauh ini telah ia sumbangkan bagi klub asal Kalimantan Timur tersebut.

Efek performa apik tersebut berdampak langsung pada nilai pasarnya. Melansir data dari Transfermarkt, harga pasar Peralta melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp10,43 miliar. Jika transfer ini terealisasi, banyak pihak memprediksi ini akan menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Meskipun kabar ini mengecewakan bagi suporter, skema "jual-beli" pemain bintang bukanlah hal baru bagi manajemen Borneo FC. Klub ini dikenal memiliki insting bisnis yang tajam dalam menjaga stabilitas keuangan. Misalnya saat Borneo menjual Matheus Pato. Pato dilepas ke klub luar negeri saat berada di puncak performa. Teranyar Joel Vinicius baru-baru ini dilepas ke Arema FC dengan nilai yang menguntungkan.

"Jika benar, ini akan menjadi saga transfer terbesar dalam sejarah Liga Indonesia," tulis akun pemerhati sepak bola. Melepas pemain kunci seperti Peralta di tengah persaingan ketat memperebutkan gelar juara tentu memicu pro dan kontra. Namun, bagi manajemen Borneo FC, skema menjual pemain saat harga mencapai titik tertinggi adalah langkah rasional untuk investasi jangka panjang klub.

Hingga saat ini, pihak manajemen Borneo FC belum memberikan pernyataan resmi mengenai klub mana yang akan menjadi pelabuhan baru bagi sang penyerang sayap tersebut. Namun, satu yang pasti: siapa pun yang menginginkan jasa Peralta harus siap merogoh kocek sangat dalam. (*)

Editor : Indra Zakaria