BALIKPAPAN – Mimpi Persiba Balikpapan untuk mengamankan posisi aman di kompetisi Championship 2025/2026 resmi sirna. Meski tampil dengan determinasi tinggi di hadapan pendukung sendiri, tim berjuluk Beruang Madu itu hanya mampu berbagi angka 1-1 saat menjamu pemuncak klasemen, PSS Sleman, di Stadion Batakan pada Minggu (26/4) malam.
Tambahan satu poin ini menjadi pil pahit bagi Persiba. Secara matematis, koleksi 19 poin yang mereka miliki saat ini tidak lagi mampu mengejar selisih angka dari PSIS Semarang yang berada di batas zona aman. Dengan hanya menyisakan satu pertandingan di musim reguler, langkah Persiba kini dipastikan berlanjut ke babak play-off degradasi yang mempertaruhkan eksistensi mereka di kasta tertinggi.
Jalannya pertandingan sebenarnya berlangsung sengit sejak menit awal. Persiba yang haus kemenangan langsung mengambil inisiatif serangan. Takumu Nishihara hampir membawa tuan rumah unggul setelah memanfaatkan blunder lini belakang lawan, namun kegemilangan kiper PSS, Ega Rizky, berhasil mematahkan peluang emas tersebut.
Memasuki babak kedua, petaka menghampiri anak asuh Leonard Tupamahu. Pada menit ke-53, Persiba harus bermain dengan 10 orang setelah bek kanan Rical Vieri diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Frederic Injai. Kehilangan satu pemain membuat lini pertahanan Beruang Madu kedodoran.
PSS Sleman akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-75 melalui sepakan tajam striker andalan mereka, Gustavo Tocantins. Gol tersebut sempat membungkam riuh Stadion Batakan. Namun, mental juang Persiba patut diacungi jempol. Melalui skema serangan balik di menit-menit akhir, Arsa Ahmad sukses mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 yang menyelamatkan muka tuan rumah dari kekalahan.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan, meski tambahan waktu delapan menit diberikan wasit. Hasil ini mengokohkan PSS Sleman di puncak klasemen dengan 53 poin, sementara Persiba Balikpapan kini harus memfokuskan seluruh energi mereka untuk menghadapi laga penentuan di babak play-off degradasi. Mereka akan berhadapan dengan tim dari grup lain dalam laga hidup mati demi menjaga marwah sepak bola Balikpapan tetap bertahan di kasta Championship. (*)
Editor : Indra Zakaria