BANJARMASIN – Di balik awan mendung kegagalan PS Barito Putera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, terselip seberkas cahaya terang yang menjanjikan. Nama Gerard Edginataqi mendadak jadi buah bibir setelah penampilan memukaunya di laga pamungkas kontra Persipal FC. Remaja bernomor punggung 30 ini seolah hadir menjadi penawar luka bagi para pendukung Laskar Antasari yang merindukan kesuksesan.
Meski target promosi musim ini meleset, Barito Putera memiliki alasan kuat untuk tetap berbangga. Kompetisi Pegadaian Championship secara resmi menobatkan Gerard sebagai Young Player of the Week pekan ke-27. Penghargaan tersebut merupakan ganjaran nyata atas performa fenomenalnya saat Barito melumat Persipal FC dengan skor telak 8-3 pada Minggu lalu. Sebagai pemain yang baru mencicipi atmosfer sepak bola profesional, statistik Gerard sangat dominan dengan raihan dua gol, tiga tembakan tepat sasaran, serta catatan impresif dalam mendistribusikan bola dan mematahkan serangan lawan.
Keberhasilan individu ini pun memancing pujian hangat dari sang pelatih, Stefano "Teco" Cugurra. Di mata Teco, perkembangan pemain muda seperti Gerard, Aditya Daffa, dan Aditya Nur Mahfud adalah pencapaian yang jauh lebih berharga daripada sekadar angka di klasemen. Ia menekankan bahwa meskipun pemain muda memerlukan waktu untuk matang, mereka telah menunjukkan kesiapan untuk tampil jauh lebih hebat pada musim depan. Teco sangat berharap manajemen terus memberikan ruang dan kepercayaan bagi para talenta lokal ini untuk terus berkembang di dalam tim.
Kedewasaan Gerard pun terlihat jelas saat ia memberikan pernyataan usai pertandingan. Alih-alih larut dalam euforia pribadi, ia justru menempatkan kepentingan tim di atas segalanya. Sambil menyampaikan rasa terima kasih kepada tim pelatih dan manajemen, ia tidak menutupi rasa kecewanya karena belum bisa membawa Barito promosi ke Liga 1. Namun, kegagalan tersebut ia jadikan bahan bakar motivasi untuk berjuang lebih keras di masa depan.
Hadirnya sosok-sosok muda ini membuktikan bahwa sistem pembinaan Barito Putera tetap berjalan di jalur yang benar. Kegagalan promosi tahun ini memang terasa pahit, namun kemunculan "permata-permata" baru ini adalah aset paling berharga untuk membangun pondasi tim yang lebih kuat. (*)
Editor : Indra Zakaria