Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lolos dari Lubang Jarum, PSM Makassar Diminta Evaluasi Total Usai Musim Terburuk

Redaksi Prokal • Selasa, 12 Mei 2026 | 10:00 WIB
PSM Makassar dipastikan tetap berada di kasta utama sepak bola Indonesia musim depan, setelah sempat terseok-seok di papan bawah.
PSM Makassar dipastikan tetap berada di kasta utama sepak bola Indonesia musim depan, setelah sempat terseok-seok di papan bawah.

MAKASSAR – PSM Makassar akhirnya bisa bernapas lega setelah dipastikan bertahan di kasta tertinggi sepak bola tanah air, Super League. Kepastian ini didapat setelah pesaing terdekatnya, Persis Solo, dipastikan kalah dalam perhitungan head-to-head meski nantinya kedua tim finis dengan poin yang sama. Kendati selamat dari ancaman degradasi, pencapaian musim ini menjadi catatan kelam bagi Pasukan Ramang yang kini terjerembab di peringkat ke-14 dengan koleksi 34 poin.

Perjalanan PSM musim ini menunjukkan penurunan performa yang drastis jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya pasca menjuarai Liga 1 pada 2022/2023. Jika pada musim lalu mereka masih mampu bertengger di posisi keenam, kini juara bertahan dua tahun silam itu justru harus tertatih-tatih hingga pekan-pekan terakhir. Situasi ini memicu kritik tajam dari pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar, yang menilai PSM seharusnya menjadi penantang gelar, bukan petarung zona merah.

"Dari dulu PSM itu tempatnya di papan atas, bersaing untuk juara, bukan berjuang agar selamat dari zona degradasi," tegas Syamsuddin. Ia menekankan bahwa untuk musim 2026/2027 mendatang, manajemen tidak boleh lagi sekadar memenuhi kuota pemain, terutama legiun asing. Menurutnya, rekrutmen harus dilakukan secara selektif agar pemain yang datang benar-benar memberikan kontribusi positif dan memahami karakter permainan tim yang dikenal agresif.

Keterpurukan PSM musim ini sejatinya tidak lepas dari berbagai masalah internal yang menggerogoti stabilitas tim. Sejak awal musim, klub sudah dihantam sanksi larangan transfer pemain (transfer banned) yang membuat pemain baru terlambat bergabung. Masalah finansial pun mencuat saat pelatih Bernardo Tavares memilih mundur akibat persoalan gaji, hingga akhirnya posisi pelatih berpindah tangan ke Tomas Trucha dan kini berada di bawah kendali caretaker Ahmad Amiruddin yang sukses menyelamatkan tim dari jurang degradasi.

Suara desakan untuk berbenah juga datang dari kalangan suporter. Sulyadi Abbas, anggota Komunitas VIP Utara (KVU), berharap manajemen segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejayaan masa lalu kembali hadir di Makassar. "Suporter tentu sangat mengharapkan PSM berbenah. Musim depan harus bisa bersaing dalam perebutan gelar juara dan kembali mendapatkan jatah kompetisi Asia, bukan lagi berjuang agar tidak degradasi," harapnya. Kini, dengan dua laga tersisa, PSM diharapkan tetap tampil maksimal guna memperbaiki posisi di klasemen akhir sebelum memulai perombakan besar-besaran musim depan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#psm makassar