Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mandul di Jepara, Langkah Borneo FC Menuju Takhta Juara Kian Berat

Redaksi Prokal • Minggu, 17 Mei 2026 | 23:07 WIB
 Mariano Peralta dkk tertahan di Jepara.
Mariano Peralta dkk tertahan di Jepara.

 
PROKAL.CO— Impian Borneo FC Samarinda untuk merengkuh trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini mulai goyah. Untuk kali pertama sepanjang musim berjalan, ketajaman lini serang Pesut Etam mendadak tumpul hingga gagal menyarangkan satu gol pun ke gawang lawan. Mandulnya barisan depan ini ironisnya terjadi di saat krusial, membuat peluang juara mereka menipis meski secara matematis belum sepenuhnya tertutup.

Melakoni laga tandang di Stadion Bumi Kartini pada Minggu, 17 Mei 2026, Borneo FC dipaksa puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh tuan rumah Persijap Jepara. Di waktu yang sama, sang rival utama dalam perburuan gelar juara, Persib Bandung, justru berhasil memetik poin penuh setelah menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 2-1 di Stadion BJ Habibie, Parepare.

Hasil kontras pada pekan ke-33 ini langsung mengubah konstelasi papan atas. Sempat memiliki poin yang sama di angka 75 sebelum laga dimulai, kemenangan membuat Maung Bandung melesat ke puncak dengan raihan 79 poin, sementara Borneo FC tertahan di posisi kedua dengan 76 poin setelah hanya menambah satu angka.

Kondisi ini menempatkan Persib Bandung di atas angin untuk mengunci gelar juara pada laga pamungkas. Sesuai jadwal, pekan ke-34 akan digelar secara serentak pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 20.00 Wita. Persib akan menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, sedangkan Borneo FC akan bertindak sebagai tuan rumah melawan Malut United di Stadion Segiri.

Peluang Borneo FC untuk membalikkan keadaan kini terbilang sangat tipis dan membutuhkan skenario keajaiban. Jika Persib menelan kekalahan dari Persijap dan Borneo FC berhasil mengamankan kemenangan atas Malut United, maka takhta juara akan menjadi milik Pesut Etam. Namun, jika Persib meraih hasil imbang dan Borneo FC menang, koleksi poin kedua tim akan sama-sama menyentuh angka 79. Dalam skenario poin kembar ini, Persib yang tetap berhak keluar sebagai juara karena unggul dalam catatan head-to-head atas Borneo FC sepanjang musim ini.

Kekecewaan mendalam juga bersumber dari performa di atas lapangan hijau, di mana permainan anak asuh Fabio Lefundes dinilai jauh dari kata memuaskan. Semangat juang tinggi yang sempat diperlihatkan saat menumbangkan Bali United pada pekan sebelumnya seolah menguap begitu saja di Jepara. Sepanjang 90 menit laga berjalan, kreativitas serangan sangat minim dan para juru gedor andalan seperti Mariano Peralta, Juan Villa, hingga Koldo Obieta gagal memberikan ancaman berarti ke area pertahanan Laskar Kalinyamat.

Seusai pertandingan, Fabio Lefundes tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap performa skuat Pesut Etam yang tampil di bawah standar pada momen yang paling krusial. Juru taktik asal Brasil tersebut langsung memberikan evaluasi tajam atas hasil minor di Jepara.

"Kami kehilangan apa yang seharusnya bisa kami perlihatkan di pertandingan ini. Pemain banyak melakukan kesalahan dan itu membuat kami tak bisa mengamankan tiga angka," ujar Lefundes. Kendati situasi saat ini sangat tidak menguntungkan dan banyak pihak mulai meragukan peluang timnya, Lefundes menegaskan bahwa anak asuhnya menolak untuk mengibarkan bendera putih sebelum kompetisi benar-benar berakhir.

"Kita lihat apa yang akan terjadi antara Persib Bandung dan Borneo FC. Kami belum menyerah, meski banyak yang sudah mengatakan gelar juara akan didapatkan Persib," tegas Lefundes. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Borneo FC Samarinda