SURABAYA — Momen bersejarah mengudara di Stadion Gelora Bung Tomo saat Persebaya Surabaya melakoni laga 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang. Di hadapan gemuruh ribuan Bonek dan Bonita, talenta muda bernomor punggung pembinaan Green Force, Dava Yunna Adi Putra, resmi mencatatkan debut impiannya di skuad senior pada usia yang baru menginjak 16 tahun.
Masuk pada menit ke-86 menggantikan rekan setimnya di babak kedua, menit bermain singkat tersebut menjadi ganjaran manis atas peluh dan kerja keras Dava selama meniti karier dari level akademi. Pemain kelahiran 20 April 2009 ini tak sanggup menyembunyikan rasa haru usai menginjakkan kaki di rumput Stadion GBT sebagai penggawa utama tim kebanggaan Kota Pahlawan.
"Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan kesempatan debut bersama tim senior Persebaya. Ini menjadi momen yang sangat berharga bagi saya karena sejak kecil saya bermimpi bisa bermain untuk Persebaya. Apalagi bisa merasakannya di hadapan ribuan Bonek dan Bonita, tentu menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan," ungkap Dava gembira.
Perjalanan Dava menembus tim utama bukanlah cerita instan. Ia merintis fondasi sepak bolanya lewat kompetisi Liga Persebaya bersama Bintang Angkasa sebelum akhirnya bersinar di ajang Elite Pro Academy (EPA). Kematangan bermain, kejelian membaca taktik, serta keberanian yang melampaui usianya berhasil memikat perhatian jajaran pelatih senior hingga ia dipanggil masuk ke skuad garapan Bernardo Tavares, sekaligus menembus skuad Timnas Indonesia U-17.
Meski berhasil mencuri perhatian di panggung senior, Dava menegaskan bahwa debut ini bukanlah akhir pencapaian, melainkan pintu gerbang awal perjalanan panjangnya di dunia sepak bola profesional.
"Debut ini menjadi awal bagi saya untuk terus belajar dan berkembang. Saya masih harus meningkatkan banyak hal. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Coach Bernardo Tavares dan seluruh tim pelatih yang sudah memberikan kepercayaan ini," lanjut penggawa muda tersebut.
Di sisi lain, pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan pujian atas potensi besar yang dimiliki sang pemain muda. Namun, juru taktik asal Portugal yang dikenal disiplin itu memberikan peringatan tegas agar sang pemain tetap membumi.
"Dava memiliki potensi yang sangat baik dan menunjukkan kemauan belajar yang tinggi. Namun ini baru langkah awal. Dia harus tetap rendah hati, terus bekerja keras, mendengarkan arahan pelatih, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang," tegas Tavares. Kehadiran Dava Yunna menjadi bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan usia dini Persebaya Surabaya. Lahirnya bintang muda lokal ini sekaligus menyuntikkan angin segar bagi regenerasi skuad Green Force dalam menatap persaingan ketat di musim baru. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co