BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan menunjukkan keseriusan penuh dalam menatap kompetisi Championship (Liga 2) musim 2026/2027. Setelah sukses mengamankan tanda tangan mesin gol asal Jepang, Takumu Nishihara, tim berjuluk Beruang Madu ini kembali membuat langkah strategis dengan memulangkan striker muda potensial, Ardi Ardiana.
Kembalinya penyerang berusia 23 tahun tersebut bukan sekadar momen reuni nostalgia. Manajemen dan tim pelatih menyadari betul perlunya kedalaman skuad yang solid di sektor penyerangan guna menghadapi peta persaingan Liga 2 yang diprediksi kian ketat. Kehadiran Ardi diproyeksikan menjadi jurus ampuh agar keran gol Persiba tak lagi bergantung pada satu nama saja.
Pengumuman resminya kepulangan Ardi disampaikan secara terbuka melalui akun Instagram resmi Persiba (@persibabp) pada Minggu (9/8/2026). Bagi publik Balikpapan, Ardi tentu bukan sosok yang asing. Ia sempat membela panji Beruang Madu pada musim 2023/2024 sebelum akhirnya berpetualang dan mengasah ketajamannya bersama Persijap Jepara.
Manajemen Persiba pun menyambut hangat kepulangan juru gedor mudanya ke Stadion Batakan. "Ardi Ardiana kembali menjadi bagian dari Beruang Madu dan kehadiran Ardi menambah energi baru serta kekuatan bagi Persiba untuk menjalani perjalanan musim ini. Selamat datang kembali, Ardi!" tulis pernyataan resmi klub.
Di usia yang masih 23 tahun, Ardi dinilai memiliki ruang berkembang yang sangat luas sekaligus mampu memberikan variasi taktik yang fleksibel bagi jajaran pelatih sepanjang musim nanti.
Salah satu PR besar Persiba musim lalu adalah menjaga konsistensi produktivitas gol saat penyerang utama terkunci. Sehari sebelum meresmikan Ardi, Persiba telah lebih dulu memastikan bertahannya Takumu Nishihara untuk musim 2026/2027.Pemain veteran asal Jepang berusia 34 tahun tersebut memang menjadi tulang punggung serangan tim musim lalu dengan torehan impresif. Yakni 12 gol, 2 assist dan 27 Penampilan (Championship 2025/2026)
Kini, kombinasi antara jam terbang tinggi milik Takumu dan energi eksplosif Ardi Ardiana diyakini bakal menciptakan persaingan sehat di lini depan. Selain memperkaya opsi strategi, kedalaman skuad ini menjadi krusial untuk mengantisipasi padatnya jadwal kompetisi serta risiko badai cedera sepanjang musim. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co