ISTANBUL – Pelatih tim nasional Turki, Vincenzo Montella, memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap performa striker mudanya, Deniz Gül. Menjelang laga krusial di kualifikasi, Montella memuji kontribusi positif Gül yang baru saja mencatatkan namanya di papan skor pada pertandingan terakhir. Namun, bagi sang pelatih, potensi fisik yang dimiliki pemuda brilian tersebut masih perlu diasah lebih tajam agar menjadi ancaman mematikan di lini depan.
Montella tidak ragu mengungkapkan kebanggaannya atas perkembangan pesat yang ditunjukkan Gül. Kendati demikian, ia menyoroti aspek teknis yang dianggapnya sangat vital bagi pemain bertubuh jangkung, yakni kemampuan menggunakan keunggulan fisik secara cerdik saat berduel dengan bek lawan.
"Deniz Gül adalah pemuda yang brilian; dia mencetak gol di pertandingan terakhir dan kami sangat bangga padanya. Kami terus bekerja keras bersamanya. Kami tahu kekuatan fisik yang ia miliki, namun ia perlu belajar bagaimana menggunakan lengannya dengan lebih baik. Dia masih perlu berkembang," ujar Montella dalam keterangannya kepada media.
Menariknya, mantan penyerang legendaris Italia tersebut membagikan sudut pandang unik mengenai seni mencetak gol dengan kepala. Menurut Montella, tinggi badan yang menjulang bukan jaminan seorang pemain akan otomatis unggul dalam duel udara. Ia bahkan memberikan contoh dari pengalaman pribadinya sebagai pemain yang secara fisik tidak terlalu tinggi, namun dikenal tajam dalam urusan menyundul bola.
"Tidak ada pemain sepak bola jangkung yang secara otomatis mencetak gol dengan kepala hanya karena tingginya. Terlepas dari tinggi badan saya yang terbatas, saya mencetak banyak gol dengan kepala saat masih bermain. Pengaturan waktu atau timing sangatlah penting," tegas pelatih berjuluk L'Aeroplanino tersebut.
Pesan Montella ini menjadi instruksi jelas bagi Deniz Gül untuk tidak hanya mengandalkan postur tubuh, tetapi juga mempertajam insting dan posisi saat menyambut umpan-umpan silang. Dengan bimbingan intensif dari Montella, publik Turki berharap Gül dapat bertransformasi menjadi penyerang komplet yang mampu membobol gawang lawan dari berbagai situasi, terutama saat tim membutuhkan keajaiban di dalam kotak penalti. (*)
Editor : Indra Zakaria