TASHKENT – Demam sepak bola tengah melanda Uzbekistan, namun pusat perhatiannya bukan tertuju pada penyerang haus gol, melainkan pada sosok bek tengah tangguh milik Manchester City, Abdukodir Khusanov. Pemuda berusia 22 tahun ini telah bertransformasi menjadi fenomena budaya yang melampaui batas lapangan hijau, hingga dijuluki sebagai "Cristiano Ronaldo versi Uzbekistan" berkat popularitasnya yang luar biasa.
Laporan mendalam dari The Athletic di ibu kota Tashkent mengungkapkan betapa masifnya pengaruh Khusanov. Di setiap sudut kota, hampir semua orang yang ditemui mengenal namanya, terlepas dari apakah mereka penggemar fanatik sepak bola atau warga biasa. Wajah tegas Khusanov kini terpampang nyata di berbagai papan reklame raksasa yang menghiasi jalan-jalan utama, menjadikannya wajah paling dikenal di seluruh negeri.
Status kebintangan Khusanov bahkan telah memasuki ranah privasi yang menjadi konsumsi publik secara masif. Setiap peristiwa penting dalam kehidupan pribadinya, sekecil apa pun, kini secara otomatis menjadi berita nasional yang hangat diperbincangkan. Fenomena ini mencerminkan betapa masyarakat Uzbekistan haus akan sosok pahlawan global yang mampu membawa nama bangsa di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Kini, seluruh harapan dan mimpi jutaan warga Uzbekistan untuk melihat tim nasional mereka berlaga di ajang Piala Dunia bertumpu sepenuhnya di pundak kokoh Khusanov. Sebagai jenderal pertahanan di salah satu klub terbaik dunia, Manchester City, ia memikul beban berat sebagai pemimpin generasi emas Uzbekistan. Bagi rakyat Uzbekistan, Khusanov bukan sekadar pemain bertahan; ia adalah simbol kebanggaan dan harapan baru yang dipercaya mampu mengawal langkah mereka menuju sejarah baru di kancah internasional. (*)
Editor : Indra Zakaria