SEVILLA – Atmosfer final Copa del Rey (Spanyol Cup) tahun ini tidak hanya memanas di dalam lapangan, tetapi juga di tribun penonton. Pertandingan puncak yang mempertemukan Atlético Madrid dan Real Sociedad di Stadion La Cartuja, Minggu, diwarnai dengan pemandangan kontras yang tajam di antara kedua kelompok suporter, yang menunjukkan adanya gesekan ideologi yang mendalam.
Di sektor tribun yang ditempati oleh pendukung fanatik Atlético Madrid, terlihat keberadaan simbol-menerang yang berafiliasi dengan paham nazi-fasisme. Kehadiran simbol-simbol tersebut sempat memicu ketegangan dan sorotan tajam dari pihak keamanan stadion serta pengamat internasional yang hadir.
Pemandangan yang sepenuhnya berbeda terlihat di sisi tribun Real Sociedad. Kelompok suporter klub asal Basque tersebut secara mencolok mengibarkan bendera-bendera anti-fasis dan berbagai simbol sosialis. Bagi pendukung Sociedad, identitas politik ini seringkali berkaitan erat dengan sejarah perlawanan wilayah Basque terhadap sentralisme dan rezim masa lalu di Spanyol.
Kontrasnya pemandangan di kedua tribun ini mengubah partai final tidak hanya sebagai ajang perebutan trofi bergengsi, tetapi juga menjadi panggung manifestasi politik yang berseberangan. Meski terjadi perang simbol di tribun, pihak kepolisian setempat telah memperketat pengamanan untuk mencegah gesekan fisik antar kedua kelompok suporter di luar area stadion.
Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas liga maupun federasi sepak bola Spanyol belum memberikan pernyataan resmi terkait pengawasan terhadap simbol-simbol radikal yang muncul di dalam stadion selama pertandingan berlangsung. (*)
Editor : Indra Zakaria