MANCHESTER – Bintang Manchester City, Bernardo Silva, kembali memanaskan tensi persaingan di papan atas Premier League. Pemain asal Portugal tersebut secara blak-blakan memberikan komentar pedas terkait perbedaan antara rivalitas timnya dengan Arsenal dibandingkan persaingan ikonik mereka melawan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang semakin meningkat antara City dan Arsenal, yang kini menjadi penantang utama gelar juara. Namun, bagi Silva, ada perbedaan kelas yang sangat mencolok di antara kedua rival tersebut.
Menurut Silva, faktor utama yang membedakan Liverpool dan Arsenal adalah rekam jejak trofi. Ia menilai Liverpool memiliki prestise yang belum bisa disamai oleh tim asuhan Mikel Arteta saat ini.
"Perbedaan antara rivalitas dengan Arsenal dan Liverpool? Mungkin karena Liverpool sudah pernah memenangkan Premier League dan Arsenal belum. Liverpool sudah memenangkan Liga Champions dan Arsenal belum," ujar Silva dengan nada tegas.
Pernyataan ini seolah menjadi pengingat bahwa meski Arsenal tampil dominan belakangan ini, mereka masih harus membuktikan diri di panggung tertinggi untuk benar-benar dianggap setara dalam peta persaingan sejarah.
Perbedaan Gaya Main: Berani Menang vs Cari Aman
Selain soal koleksi trofi, Silva juga menyoroti perbedaan mentalitas di atas lapangan saat menghadapi Manchester City. Ia memberikan pujian tinggi kepada Liverpool asuhan Jurgen Klopp yang dianggapnya selalu berani bermain terbuka dan menyerang demi meraih tiga poin penuh.
Sebaliknya, komentar Silva ini seolah menyindir taktik Arsenal yang belakangan ini dianggap lebih condong bermain defensif saat bertemu The Citizens. "Liverpool selalu menghadapi kami dengan niat untuk memenangkan pertandingan tersebut secara langsung," tambahnya.
Komentar jujur dari Silva ini diprediksi akan semakin membakar semangat skuad Arsenal dalam pertemuan-pertemuan berikutnya. Jika selama ini rivalitas City-Liverpool dikenal karena kualitas teknis dan rasa hormat yang tinggi, hubungan antara City dan Arsenal kini tampak mulai bergeser ke arah yang lebih personal dan penuh tensi emosional.
Kini, bola ada di tangan Arsenal. Apakah mereka mampu menjawab sindiran Silva dengan raihan trofi di akhir musim, atau justru pernyataan ini akan menjadi bayang-bayang kegagalan mereka di masa depan? Satu yang pasti, persaingan menuju takhta Inggris kini jauh dari kata membosankan.
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co