MUNICH – Paris Saint-Germain (PSG) resmi mengamankan langkah mereka ke partai puncak Liga Champions setelah berhasil menahan imbang Bayern Munchen 1-1 pada leg kedua semifinal di Allianz Arena. Hasil ini memastikan keunggulan agregat 6-5 bagi raksasa Perancis tersebut, sekaligus memupus harapan tuan rumah untuk melangkah lebih jauh di kompetisi paling bergengsi di Eropa ini.
Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika tim tamu langsung memberikan kejutan besar. Melalui skema serangan yang terorganisir, Khvicha Kvaratskhelia melepaskan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Ousmane Dembele. Gol cepat ini tidak hanya membawa PSG unggul, tetapi juga menempatkan Bayern dalam tekanan hebat sepanjang sisa pertandingan. Bayern baru mampu membalas lewat aksi Harry Kane pada menit-menit akhir laga, namun gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan langkah juara Jerman itu menuju final.
Usai pertandingan, pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terbuka menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya di dua pertemuan semifinal tersebut. Kompany mempertanyakan konsistensi keputusan terkait pelanggaran handball dan pemberian kartu kuning yang dianggap berpengaruh besar terhadap hasil akhir. Meski merasa dirugikan, ia tetap memberikan apresiasi atas daya juang anak asuhnya yang terus menekan hingga peluit panjang dibunyikan.
Sebaliknya, nada kebahagiaan terpancar dari pelatih PSG, Luis Enrique. Ia memuji karakter dan disiplin pertahanan yang ditunjukkan anak asuhnya dalam meredam agresivitas Bayern. Menurut Enrique, pertahanan timnya tampil jauh lebih baik daripada lini serang dalam laga krusial ini. Keberhasilan menembus final menjadi kado spesial bagi Enrique yang akan segera merayakan ulang tahun, sekaligus menjadi momentum penting dalam misi klub memburu gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah mereka.
Kesiapan mental juga ditegaskan oleh bintang muda PSG, Khvicha Kvaratskhelia. Ia menyebut laga final mendatang sebagai pertandingan terbesar dalam hidup mereka dan bertekad memberikan segalanya demi membawa pulang trofi Si Kuping Besar ke Paris. Kvaratskhelia juga mengungkapkan kebanggaannya atas gol pembuka Dembele yang berawal dari asisnya, sembari memuji semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh anggota tim. Kini, PSG bersiap memusatkan fokus penuh untuk menghadapi Arsenal pada partai final yang diprediksi akan menjadi duel epik.(*)
Editor : Indra Zakaria