Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Angkat Trofi Ke-20 Bersama Manchester City, Pep Guardiola Masih Bungkam Soal Masa Depan

Redaksi Prokal • Minggu, 17 Mei 2026 | 09:30 WIB
Pep Guardiola merayakan gelar FA Cup ketiganya bersama Manchester City usai mengalahkan Chelsea di Wembley. (Dok. Sky Sports)
Pep Guardiola merayakan gelar FA Cup ketiganya bersama Manchester City usai mengalahkan Chelsea di Wembley. (Dok. Sky Sports)

PROKAL.CO – Sukses besar kembali diraih oleh Manchester City di bawah komando Pep Guardiola. Juru taktik asal Spanyol tersebut baru saja mempersembahkan trofi ke-20 sepanjang kariernya di Etihad Stadium setelah menumbangkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada partai final FA Cup yang berlangsung dramatis di Stadion Wembley, Sabtu (16/5/2026) malam WIB.

Gol tunggal penentu kemenangan The Citizens dicetak oleh Antoine Semenyo lewat sebuah penyelesaian akhir yang brilian pada babak kedua. Kemenangan ini tidak hanya mengunci gelar Piala FA ketiga bagi Guardiola, tetapi juga menjaga asa Manchester City untuk menyapu bersih treble domestik pada musim ini.

Kendati perayaan juara berlangsung meriah, awan teka-teki masih menyelimuti bangku kepelatihan City. Spekulasi mengenai masa depan Guardiola terus bergulir panas sepanjang musim, mengingat kontraknya kini hanya tersisa satu tahun lagi setelah hampir satu dekade menakhodai raksasa Manchester tersebut.

Meski belum memberikan kepastian hitam di atas putih apakah dirinya akan bertahan lebih lama, Guardiola mengaku sangat puas dengan perkembangan anak asuhnya. Ia menilai kerangka timnya kini sudah mulai menemukan stabilitas permainan yang sempat hilang di awal musim akibat badai cedera dan proses adaptasi para pilar baru. “Saya merasa ada stabilitas dalam tim yang sebelumnya belum saya temukan. Mungkin karena banyak pemain baru dan pemain cedera, sehingga kami butuh waktu,” ujar Guardiola seusai laga, seperti dikutip dari Sky Sports.

Lebih lanjut, mantan pelatih Barcelona itu menegaskan bahwa masa depan Manchester City akan tetap cerah siapapun yang memimpin nanti. Ia memuji komitmen serta karakter luar biasa yang ditunjukkan para pemain, meski musim ini mereka sempat terpukul setelah gagal melangkah lebih jauh di panggung UEFA Champions League akibat dihadang Real Madrid.

Jika musim ini pada akhirnya benar-benar menjadi tarian terakhir (the last dance) Guardiola bersama City, ia berpeluang besar menutup era emasnya dengan gelontoran trofi yang melimpah. Sebelum mengamankan Piala FA, Manchester City sudah lebih dulu mengamankan trofi EFL Cup pada Maret lalu.

Dampak besar yang dibawa Guardiola juga diakui secara emosional oleh kapten tim, Bernardo Silva. Gelandang asal Portugal tersebut mengungkapkan betapa sang manajer telah mengubah total filosofi hidupnya di atas lapangan hijau.

“Dia mengubah cara saya melihat sepak bola. Hampir seluruh pencapaian terbesar dalam karier saya terjadi saat bekerja bersama dirinya,” ungkap Bernardo kepada BBC Sport.

Kini, sembari merayakan kesuksesan di Wembley, publik sepak bola dunia dan para penggemar City hanya bisa menunggu keputusan akhir dari sang arsitek taktik legendaris tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#pep guardiola