PROKAL.CO – Impian Chelsea untuk mengangkat trofi FA Cup musim ini harus kandas di partai puncak. The Blues terpaksa merelakan gelar juara setelah takluk dengan skor tipis 0-1 dari Manchester City dalam laga final yang berlangsung sengit di Stadion Wembley, Sabtu (16/5/2026) malam WIB.
Satu-satunya petaka bagi Chelsea lahir pada babak kedua melalui gol tunggal penyerang City, Antoine Semenyo. Kendati menelan pil pahit, pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, menilai bahwa anak asuhnya tidak tampil buruk. Menurutnya, pertandingan berjalan sangat berimbang dan hasil akhir hanya ditentukan oleh satu momentum krusial yang berhasil dimanfaatkan lawan.
“Saya pikir pertandingan berjalan imbang dan kedua tim sama-sama memiliki momentum,” ujar McFarlane seusai laga, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Sepanjang jalannya pertandingan, Chelsea sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Skuad asal London Barat ini sempat menciptakan beberapa peluang emas melalui lini tengah mereka, yang dimotori oleh Moises Caicedo dan Enzo Fernandez. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat peluang-peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Selain masalah efisiensi di depan gawang, McFarlane juga menyoroti satu insiden krusial di kotak terlarang. Ia menilai Chelsea melepaskan kesempatan emas karena keputusan wasit yang tidak memberikan hadiah penalti setelah terjadi benturan keras antara bek City, Abdukodir Khusanov, terhadap pemain Chelsea, Jorrel Hato.
“Hato berada di posisi depan dan dalam situasi seperti itu, jika terjadi di area lain di atas lapangan, pasti akan dianggap sebagai pelanggaran,” kritik McFarlane.
Meski tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya karena gagal membawa pulang trofi ke Stamford Bridge, McFarlane tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada skuad muda Chelsea. Mampu memberikan perlawanan yang sangat ketat kepada Manchester City—yang berstatus salah satu tim terbaik di dunia saat ini—adalah sebuah pencapaian mental yang besar.
Performa menjanjikan ini sebenarnya bukan kebetulan belaka. Dalam sepekan terakhir, Chelsea menunjukkan grafik permainan yang meningkat tajam. Sebelum merepotkan City di Wembley, mereka lebih dulu sukses menahan imbang Liverpool di kandangnya yang angker, Anfield. Bagi McFarlane, dua hasil pertandingan besar ini menjadi bukti otentik bahwa karakter dan mentalitas skuad Chelsea telah berkembang pesat, sekaligus membungkam berbagai kritik tajam yang meragukan komitmen mereka sepanjang musim.
“Semangat dan daya juang tim ini sempat dipertanyakan banyak pihak, tetapi dalam dua pertandingan terakhir para pemain telah membuktikan bahwa mereka memberikan segalanya demi klub ini,” pungkas McFarlane dengan nada optimistis. (*)
Editor : Indra Zakaria