LIVERPOOL – Gelombang frustrasi suporter Liverpool akhirnya pecah dan mencapai titik didih. Menyusul kekalahan menyakitkan dari Aston Villa, ratusan pendukung setia The Reds menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di luar Stadion Anfield. Suasana mencekam menyelimuti area stadion setelah massa yang kecewa nekat memblokir jalur keluar bus tim yang hendak membawa skuad Liverpool.
Aparat keamanan dan staf stadion harus bekerja ekstra keras meredam ketegangan setelah yel-yel kecaman mulai menggema di udara. Para suporter dengan lantang meneriakkan tuntutan agar manajer anyar mereka segera angkat kaki dari Merseyside, sembari menyuarakan nama mantan bintang mereka yang kini tengah bersinar sebagai juru taktik top Eropa.
"Arne Slot Out!" dan "Kami Ingin Xabi!" menjadi yel-yel utama yang diteriakkan massa di tengah kepulan asap dan barikade manusia di luar gerbang Anfield. Ketegangan ternyata tidak hanya terjadi di luar stadion, melainkan juga merembet ke internal tim. Menurut laporan beberapa sumber di lokasi kejadian, atmosfer panas pasca-kekalahan membuat sejumlah pemain pilar memilih mengambil langkah tidak biasa.
Alih-alih naik ke dalam bus tim bersama rekan-rekan yang lain, beberapa bintang utama seperti kapten Virgil van Dijk, Alexis Mac Allister, hingga Dominik Szoboszlai memilih untuk meninggalkan area Stadion Anfield secara terpisah menggunakan kendaraan pribadi masing-masing guna menghindari amuk massa.
Di tengah situasi yang carut-marut tersebut, legenda hidup Liverpool, Steven Gerrard, juga tertangkap kamera sedang berada di area lorong stadion bersama jajaran staf kepelatihan. Kehadiran Gerrard di tengah situasi genting ini kian memicu spekulasi liar di kalangan publik sepak bola Inggris mengenai masa depan kursi kepelatihan The Reds.
Penolakan masif dari publik Anfield ini menjadi sinyal bahaya bagi karier Arne Slot. Hubungan yang merenggang dengan pemain senior pasca-perselisihan dengan Mohamed Salah, ditambah hasil buruk di lapangan hijau, membuat posisi pelatih asal Belanda tersebut kini berada di ujung tanduk. Manajemen Liverpool dituntut bergerak cepat mengambil keputusan sebelum situasi musim ini kian tidak terselamatkan. (*)
Editor : Indra Zakaria