Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Arteta Meradang! Sindir Keputusan Wasit Soal Noni Madueke di Final Liga Champions 2026

Redaksi Prokal • Minggu, 31 Mei 2026 | 10:20 WIB
Mikel Arteta
Mikel Arteta

BUDAPEST — Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit usai timnya gagal menjuarai Liga Champions 2025/2026. Arteta secara terbuka menyayangkan keputusan pengadil lapangan yang abai terhadap insiden yang melibatkan Noni Madueke di area terlarang.

Bermain di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB, The Gunners harus merelakan trofi Si Kuping Besar jatuh ke tangan Paris Saint-Germain (PSG) lewat drama adu penalti yang berakhir 3-4, setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.

Kekecewaan Arteta berakar dari insiden di babak kedua saat Noni Madueke dijatuhkan oleh bek PSG, Nuno Mendes, di dalam kotak penalti. Wasit bergeming dan tidak memberikan penalti untuk Arsenal. Keputusan ini dinilai kontras dengan penalti yang diberikan kepada PSG setelah Cristhian Mosquera dianggap melanggar Khvicha Kvaratskhelia.

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Arteta mengaku sudah melihat tayangan ulang dan menilai timnya sangat layak mendapatkan penalti dalam momen krusial tersebut. "Saya sudah melihat ulang kejadian itu dan itu sangat bisa dianggap sebagai penalti. Jika kita merujuk pada penalti-penalti yang telah diberikan di kompetisi ini sepanjang musim, itu jelas pelanggaran," ujar Arteta ketus kepada Sky Sports.

"Wasit membuat keputusan berbeda dalam kasus Mosquera (penalti untuk PSG). Itu adalah momen yang sangat penting dan mengubah jalannya laga," tambah juru taktik asal Spanyol tersebut.

Meski dihantam kontroversi dan kegagalan menyakitkan di babak tos-tosan, Arteta meminta anak asuhnya tidak larut dalam kesedihan. Ia ingin mematri rasa sakit ini sebagai motivasi untuk kembali lebih kuat. Dengan hasil ini, Arsenal menutup musim 2025/2026 dengan raihan satu trofi, yaitu gelar juara Premier League.

"Pertama-tama, kami harus melalui rasa sakit ini, mencernanya, lalu mengubahnya menjadi bahan bakar untuk berkembang ke level yang lebih tinggi," tegas Arteta.

Ia juga secara jantan memberikan ucapan selamat kepada PSG yang sukses mempertahankan gelar juara mereka. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG. Apa yang mereka lakukan dengan bola dan kemampuan individu mereka sangat luar biasa," pujinya. Senada dengan sang manajer, gelandang andalan Arsenal, Declan Rice, mengakui atmosfer final kali ini sangat menguras emosi. Namun, ia menegaskan bahwa masa depan Meriam London masih sangat cerah.

"Emosi dan taruhannya sangat tinggi. Ini terasa kejam. Tetapi manajer (Arteta) berbicara tentang betapa besarnya rasa cinta kepada kami, serta bagaimana kami telah memberikan 100 persen di setiap pertandingan," kata Rice kepada TNT Sports. (*)

Editor : Indra Zakaria
#arsenal