Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Belgia vs Mesir: Misi Pembuktian sang Raja

Redaksi Prokal • Senin, 15 Juni 2026 | 20:25 WIB
Omar Marmoush dan Mo Salah, dua andalan Mesir.
Omar Marmoush dan Mo Salah, dua andalan Mesir.

 

SEATTLE — Panggung megah Lumen Field di Seattle siap menjadi saksi bentrokan sengit babak penyisihan Grup G Piala Dunia 2026. Laga pembuka yang mempertemukan Timnas Belgia dan Timnas Mesir ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 02.00 WIB. Bagi kedua tim, duel perdana ini merupakan harga mati demi mengamankan tiga poin krusial menuju fase gugur.

Di atas kertas, Belgia memang lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad yang merata dan mentereng. Namun, Mesir bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Di bawah komando sang megabintang Mohamed Salah, tim berjuluk The Pharaohs ini siap menebar ancaman lewat skema serangan balik cepat yang mematikan.

Belgia menapakkan kaki di Amerika Serikat dengan modal kepercayaan diri yang membubung tinggi. Sempat terseok-seok di fase kualifikasi zona Eropa—termasuk saat ditahan imbang Kazakhstan—tim asuhan Rudi Garcia ini bertransformasi menjadi mesin gol yang menakutkan sepanjang tahun 2026.

Dalam lima laga terakhir, Kevin De Bruyne dan kawan-kawan sukses menyapu bersih empat kemenangan dan satu hasil imbang. Kemenangan telak 5-0 atas Tunisia, serta hasil impresif membungkam Kroasia 2-0 dan Amerika Serikat 5-2, menjadi bukti nyata betapa mengerikannya lini serang Red Devils saat ini. Kabar baik makin melengkapi kekuatan Belgia dengan pulihnya winger lincah Manchester City, Jeremy Doku, yang siap mengobrak-abrik pertahanan lawan sejak menit pertama.

Di kubu berseberangan, Mesir kembali ke panggung dunia setelah absen pada edisi 2022 lalu. Anak asuh Hossam Hassan ini datang dengan persiapan yang matang setelah melibas Arab Saudi 4-0 dan Rusia 1-0. Bahkan, mereka sempat menahan imbang raksasa Spanyol tanpa gol pada April lalu, membuktikan bahwa lini belakang mereka sangat rapat saat menghadapi tim bertabur bintang.

Harapan utama Mesir tentu bertumpu pada pundak sang 'Raja Mesir', Mohamed Salah. Pemain nomor 10 ini tidak sendirian; ia akan bahu-membahu dengan Omar Marmoush, penyerang muda yang tengah naik daun dan siap memanfaatkan celah di lini belakang Belgia yang harus kehilangan bek andalannya, Zeno Debast, akibat cedera.

Meski Belgia bertabur pemain bintang, sejarah justru berpihak pada Mesir. Dari empat bentrokan terakhir kedua tim, The Pharaohs secara mengejutkan berhasil memetik tiga kemenangan dan hanya sekali kalah. Pertemuan terakhir mereka pada November 2022 menelurkan kemenangan 2-1 untuk Mesir. Catatan historis ini tentu menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi Mohamed Salah dan kolega sekaligus menjadi alarm waspada bagi Belgia agar tidak tinggi hati.

Belgia diprediksi akan langsung memegang kendali permainan dengan formasi andalan 4-2-3-1. Kevin De Bruyne bakal bertindak sebagai dirigen serangan, menyuplai bola ke Charles De Ketelaere yang diplot sebagai ujung tombak, disokong oleh kecepatan Doku dan Leandro Trossard di sektor sayap. (*)

Belgia (4-2-3-1): Courtois; Meunier, Mechele, Ngoy, Castagne; Onana, Tielemans; Trossard, De Bruyne, Doku; De Ketelaere.

Pelatih: Rudi Garcia

Mesir juga akan meladeni dengan formasi serupa, namun dengan pendekatan yang lebih pragmatis. Mereka akan bermain disiplin di area pertahanan sendiri sembari menunggu momentum transisi cepat. Salah akan menyisir dari sisi kanan untuk mengirimkan umpan-umpan matang kepada Marmoush sebagai target utama di depan.

Mesir (4-2-3-1): Shobeir; Hany, Ibrahim, Fathy, Fatouh; Lasheen, Attia; Salah, Ziko, Trezeguet; Marmoush.

Pelatih: Hossam Hassan

Editor : Indra Zakaria
#mesir