Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gagal Jinakkan "Hiu Biru", La Furia Roja Mandul di Tangan Kiper 40 Tahun!

Redaksi Prokal • Selasa, 16 Juni 2026 | 08:58 WIB
Timnas Spanyol ditahan imbang Tanjung Verde tanpa gol di laga pertama Grup H Piala Dunia 2026. (Istimewa)
Timnas Spanyol ditahan imbang Tanjung Verde tanpa gol di laga pertama Grup H Piala Dunia 2026. (Istimewa)

ATLANTA – Kejutan besar langsung tersaji di laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Tim raksasa Eropa, Timnas Spanyol, secara tak terduga dipaksa gigit jari setelah ditahan imbang tanpa gol oleh tim debutan asal Afrika, Tanjung Verde. Bertanding di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Senin (15/6) malam waktu setempat, skuad La Furia Roja yang di atas kertas jauh lebih diunggulkan, justru harus frustrasi menghadapi tembok kokoh sang pendatang baru. Pahlawan di balik hasil bersejarah ini tak lain adalah penjaga gawang veteran Tanjung Verde, Vozinha, yang tampil bak kesurupan di bawah mistar.

Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Luis de la Fuente langsung mengambil inisiatif serangan. Spanyol memperagakan permainan sabar dari kaki ke kaki untuk membongkar pertahanan disiplin Tanjung Verde yang dijuluki Blue Sharks (Hiu Biru). Peluang pertama Spanyol lahir di menit ke-15 melalui sepakan gelandang Barcelona, Pedri. Namun, bola masih dengan mudah diamankan oleh Vozinha.

La Furia Roja nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-39 lewat kemelut yang luar biasa. Berawal dari umpan silang Marc Cucurella, bola disambar oleh tendangan Ferran Torres namun hanya membentur mistar gawang. Bola muntah yang langsung disundul oleh Mikel Oyarzabal secara refleks mampu ditepis secara heroik oleh Vozinha.

Jelang turun minum, Ferran Torres kembali mendapatkan peluang emas, namun lagi-liagi Vozinha tampil sigap. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Lamine Yamal Masuk, Kebuntuan Tak Pecah

Memasuki paruh kedua, Spanyol tidak menurunkan intensitas tekanan. Mereka terus mengurung lini pertahanan Tanjung Verde. Di menit ke-61, giliran Fabian Ruiz yang menguji peruntungan lewat sundulannya, tetapi Vozinha yang sudah menginjak usia 40 tahun tersebut kembali menunjukkan kelasnya.

Melihat lini serangnya yang buntu, Luis de la Fuente memasukkan wonderkid Lamine Yamal di menit ke-71 demi menambah kreativitas serangan. Masuknya Yamal memang membuat serangan Spanyol lebih hidup, namun kedisiplinan para pemain Tanjung Verde membuat setiap peluang berhasil dipatahkan. Vozinha kembali membuat para pemain Spanyol frustrasi di menit ke-82 setelah berhasil mementahkan sundulan terarah dari Cucurella.

 Asyik menyerang, Spanyol justru nyaris kecolongan di masa injury time. Tanjung Verde yang mengandalkan serangan balik cepat sempat mengancam gawang Unai Simon di menit ke-91 melalui sundulan tajam Diney Borges. Beruntung, kiper nomor satu Spanyol itu masih sigap mengamankan bola.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap tidak berubah 0-0. Hasil ini menjadi tamparan keras bagi Spanyol di awal turnamen, sekaligus menjadi poin perdana yang sangat bersejarah bagi Tanjung Verde di panggung Piala Dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#spanyol