Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dua Laga Perdana Piala Dunia Tanpa Tersentuh Kekalahan, Iran Tahan Imbang Swedia

Redaksi Prokal • Senin, 22 Juni 2026 | 07:20 WIB
Ekspresi Nathan Ngoy dibberi kartu merah oleh Dario Herrera. (Kirby Lee/Reuters)
Ekspresi Nathan Ngoy dibberi kartu merah oleh Dario Herrera. (Kirby Lee/Reuters)

 

AMERIKA SERIKAT – Laga lanjutan fase grup Piala Dunia 2026 antara Iran dan Belgia menyajikan drama yang jauh lebih besar daripada sekadar skor kacamata 0-0 di papan digital. Diwarnai isu geopolitik yang memanas di luar lapangan dan kartu merah di dalam lapangan, Iran sukses memaksa generasi baru The Red Devils frustrasi total.

Sebelum peluit pertama dibunyikan, tensi sudah memuncak. Otoritas Amerika Serikat sempat mempersulit dan melarang skuad Iran memasuki negara tersebut hingga dua hari sebelum pertandingan. Iran bahkan secara terbuka melabeli diri mereka sebagai tim “paling tertindas” di turnamen ini akibat kekacauan logistik dan kendala travel yang mereka hadapi.

Ketegangan itu menjalar ke tribun stadion. Lagu kebangsaan Iran disambut dengan cemoohan keras (booing) oleh sebagian besar penonton yang memadati arena. Namun, alih-alih mentalnya runtuh, tekanan tersebut justru membakar semangat juang Mehdi Taremi dan kawan-kawan.

Belgia, yang mendapatkan segala kemewahan fasilitas dan persiapan logistik tanpa hambatan, justru tampil tanpa taji. Kehilangan bintang utama mereka, Jeremy Doku, yang harus menepi karena sakit, lini serang Belgia tampak ompong dan kehilangan kreativitas. Petaka bagi Belgia memuncak pada menit ke-66. Bek tengah Nathan Ngoy melakukan blunder fatal setelah memberikan umpan balik (back-pass) yang terlalu lemah. Kapten Iran, Mehdi Taremi, berhasil memotong bola dan berpeluang besar mencetak gol. Demi menyelamatkan gawangnya, Ngoy terpaksa menarik jatuh Taremi, yang langsung diganjar kartu merah langsung oleh wasit.

Hasil imbang ini memperpanjang catatan buruk lini serang Belgia. Sudah 1.306 hari atau setara dengan 406 menit berlalu sejak terakhir kali ada pemain Belgia yang mencetak gol dari skema permainan mereka sendiri di Piala Dunia (Michy Batshuayi pada laga pembuka Piala Dunia 2022). Bahkan di laga sebelumnya, Belgia hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan Mesir berkat gol bunuh diri Mohamed Hamy.

Bagi Iran, hasil imbang 0-0 ini terasa seperti kemenangan besar. Setelah sebelumnya sukses menahan imbang Selandia Baru 2-2, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Iran berhasil melewati dua laga perdana Piala Dunia tanpa tersentuh kekalahan.

Setelah peluit panjang berbunyi, skuad Iran langsung membentuk lingkaran di tengah lapangan sebelum melakukan lap of honour (putaran penghormatan) yang dipimpin langsung oleh Taremi untuk merayakan poin krusial ini. Keberadaan dan ketangguhan Iran di turnamen ini jelas menjadi "sakit kepala" tersendiri bagi pihak penyelenggara (AS) dan FIFA di tengah boikot politik.

Dengan koleksi 2 poin, Iran kini membuka peluang lebar-lebar untuk mencetak sejarah lolos ke babak sistem gugur. Laga penentu mereka akan tersaji pada hari Jumat nanti melawan Mesir di Seattle. Di sisi lain, Belgia masih memiliki peluang untuk lolos, namun mereka harus berbenah total jika tidak ingin pulang lebih awal dari turnamen ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
#swedia #iran