TASHKENT — Keputusan berani sekaligus kontroversial diambil oleh Federasi Sepak Bola Uzbekistan menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Secara mengejutkan, federasi resmi menunjuk legenda Italia, Fabio Cannavaro, sebagai pelatih kepala baru untuk menakhodai tim berjuluk White Wolves tersebut. Langkah ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan publik sepak bola Asia karena dilakukan tepat setelah pelatih lokal, Timur Kapadze, berhasil mengukir sejarah emas.
Timur Kapadze adalah sosok pahlawan yang sukses membawa Uzbekistan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Di bawah asuhannya, Uzbekistan tampil sangat konsisten dan menjelma menjadi kekuatan baru yang ditakuti di Asia. Rekor kepelatihannya pun sangat impresif dengan mengemas tujuh kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya menelan satu kekalahan dari 12 pertandingan—mencatatkan persentase kemenangan sebesar 58,3 persen.
Melihat kontribusi luar biasanya dalam membangun fondasi dan chemistry tim yang begitu solid, banyak pihak menilai Kapadze sangat layak untuk memimpin anak asuhnya di panggung tertinggi sepak bola dunia. Namun, federasi memilih jalan lain demi mengejar nama besar dan pengalaman internasional yang dimiliki Cannavaro.
Meski dalam struktur kepelatihan yang baru Kapadze sempat ditawarkan posisi sebagai asisten pelatih untuk mendampingi Cannavaro, arsitek lokal tersebut memilih untuk mengambil langkah tegas dengan mundur dari tim nasional.
"Dalam struktur kepelatihan yang baru, Kapadze sebenarnya ditawarkan peran sebagai asisten pelatih. Namun, dia memilih mundur dan tidak melanjutkan kerja sama bersama tim nasional Uzbekistan," demikian bunyi laporan terkait dinamika internal tim White Wolves.
Mundurnya Kapadze memicu gelombang pro dan kontra di kalangan suporter. Sebagian fans mendukung langkah strategis federasi yang mengincar tangan dingin Cannavaro untuk menghadapi tim-tim elite dunia, namun tidak sedikit yang merasa Kapadze telah "dikhianati" setelah mewujudkan mimpi jutaan rakyat Uzbekistan. Bagaimanapun, sejarah akan tetap mencatat nama Timur Kapadze di tempat paling istimewa sebagai sosok yang membuka jalan bagi generasi emas Uzbekistan menembus batas baru di kancah dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria