PROKAL.CO– Ruang ganti tim nasional Iran membara menyusul kegagalan tragis mereka melaju ke babak berikutnya di Piala Dunia. Langkah Team Melli harus terhenti setelah ditahan imbang 1-1 oleh Mesir dalam laga hidup-mati yang penuh drama dan kontroversi.
Kekecewaan mendalam kubu Iran memuncak di masa injury time. Iran sebenarnya berhasil mencetak gol yang bisa mengubah papan skor menjadi 2-1 sekaligus mengamankan tiket kelolosan. Namun, setelah melakukan peninjauan lewat Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir gol kemenangan tersebut karena menganggap pemain Iran berada dalam posisi offside.
Keputusan tersebut sontak menyulut kemarahan luar biasa dari pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Ghalenoei tidak mampu lagi menahan kekesalannya dan melontarkan kritik super keras yang ditujukan langsung kepada ofisial pertandingan dan sistem VAR.
“Kalau memang kalian tidak ingin kami berpartisipasi di Piala Dunia, katakan saja secara langsung. Gol yang dianulir itu sama sekali tidak masuk akal, itu jelas sebuah gol yang sah, bukan offside. Saya merasa seluruh dunia sepak bola sedang melawan kami. Iran telah berjuang dengan segala yang kami miliki, dan dunia telah melihatnya.” kata Amir Ghalenoei:
Drama Menit Akhir yang Menyakitkan
Pertandingan antara Iran dan Mesir sejatinya berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Jual beli serangan terjadi sepanjang 90 menit hingga papan skor menunjukkan angka 1-1.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, publik Iran sempat bersorak gembira ketika bola bersarang di gawang Mesir pada detik-detik akhir laga. Skuad Iran sudah melakukan selebrasi emosional, sebelum akhirnya intervensi VAR mematikan mimpi mereka dalam sekejap.
Hasil imbang 1-1 ini resmi membuat Iran angkat koper dari turnamen, sementara Mesir melenggang dengan napas lega. Protes keras Ghalenoei ini diprediksi akan berbuntut panjang dan memicu perdebatan panas mengenai konsistensi implementasi VAR di turnamen sewarnis Piala Dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria